Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bener Meriah terus memperkuat tata kelola sekaligus meningkatkan mutu pendidikan madrasah melalui Sosialisasi Masa Ta'aruf Murid Madrasah (Matamuda) dan Penguatan Pengelolaan Madrasah. Kegiatan yang diikuti seluruh Kepala Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), serta Pengawas Madrasah se-Kabupaten Bener Meriah ini berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bener Meriah, Kamis, 9 Juli 2026.
Kegiatan dibuka oleh Pengawas Madrasah Muhammad Yunus SAg yang mewakili Pelaksana Harian Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bener Meriah Dr Mariani MPd.
Dalam pemaparannya, Muhammad Yunus menjelaskan bahwa Matamuda merupakan program pengenalan lingkungan madrasah bagi peserta didik baru yang dirancang untuk membantu proses transisi menuju lingkungan belajar yang aman, nyaman, ramah, dan menyenangkan.
"Matamuda bukan sekadar kegiatan penyambutan peserta didik baru, tetapi menjadi langkah awal membangun budaya madrasah yang positif, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter," ujarnya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan Matamuda berpedoman pada lima pilar utama. Pilar pertama membangun kesiapan mental peserta didik agar mampu beradaptasi dengan lingkungan madrasah yang baru. Pilar kedua menumbuhkan rasa bangga terhadap almamater melalui pengenalan nilai-nilai madrasah dan penguatan rasa memiliki.
Pilar ketiga berfokus pada penciptaan ekosistem madrasah yang aman, ramah, inklusif, dan bebas dari perundungan melalui penguatan moderasi beragama serta penghormatan terhadap harkat dan martabat setiap warga madrasah. Pilar keempat menguatkan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) melalui pembiasaan karakter, penguatan ekoteologi, dan kemandirian peserta didik.
Sementara itu, pilar kelima mendorong penerapan pola hidup bersih, sehat, halal, dan disiplin sebagai bagian dari upaya mewujudkan ekosistem belajar yang bahagia.
Selain sosialisasi Matamuda, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat pengelolaan madrasah sehingga seluruh kepala madrasah dan pengawas memiliki pemahaman yang sama dalam mewujudkan tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Muhammad Yunus mengatakan, kesamaan pemahaman sangat penting agar pelaksanaan Matamuda di setiap madrasah berjalan sesuai pedoman Kementerian Agama sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan.
"Melalui kegiatan ini kami berharap seluruh madrasah di Kabupaten Bener Meriah dapat mengimplementasikan Matamuda secara edukatif, ramah anak, dan bebas dari perundungan, serta terus memperkuat tata kelola madrasah untuk menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas dan melahirkan peserta didik yang berkarakter, berprestasi, serta berakhlak mulia," pungkasnya.[]













