Guna meningkatkan kompetensi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menghadapi perkembangan teknologi digital, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh menggelar Pembinaan Guru PAI bertema Penggunaan Artificial Intelligence (AI) sebagai Tools dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bener Meriah, Rabu, 15 Juli 2026.
Pada kesempatan tersebut, Kementerian Agama Kabupaten Bener Meriah melalui Seksi Pendidikan Islam meluncurkan program Satu Gugus Satu Buku (SAGUSAKU) sebagai upaya memperkuat budaya literasi guru PAI melalui karya tulis yang mendokumentasikan praktik baik dan inovasi pembelajaran.
Kegiatan dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bener Meriah Tarmidzi SAg MPd, Kabid Pendidikan Agama Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh Dr Hj Aida Rina Elisiva B Acc MM, Kasi Pendidikan Islam Kemenag Bener Meriah Dr Hj Mariani MPd, serta guru PAI dari berbagai jenjang pendidikan.
Aida Rina mengatakan guru PAI memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik. Karena itu, kompetensi dan profesionalisme guru perlu terus ditingkatkan agar mampu menjawab tantangan era digital tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Sementara itu, Tarmidzi mengingatkan bahwa tugas guru PAI tidak hanya menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga membimbing keimanan, akhlak, dan karakter peserta didik.
"Didiklah hati terlebih dahulu sebelum mendidik otak. Ajarkan adab sebelum ilmu. Pendidikan yang baik bukan hanya melahirkan peserta didik yang cerdas, tetapi juga memiliki akhlak dan kepribadian yang baik," pesannya.
Mariani mengatakan, SAGUSAKU diharapkan menjadi wadah bagi guru PAI untuk mendokumentasikan praktik baik dan inovasi pembelajaran sehingga dapat menjadi inspirasi bagi guru lainnya.
Melalui pembinaan AI dan peluncuran SAGUSAKU, guru PAI diharapkan semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus terus memperkuat budaya literasi untuk menghadirkan pembelajaran yang berkualitas dan berkarakter.[]












