Sebanyak 60 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK di Kabupaten Aceh Tamiang mengikuti pembinaan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran. Kegiatan yang diselenggarakan Bidang Pendidikan Agama Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh tersebut berlangsung di Aula Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Aceh Tamiang, Rabu, 15 Juli 2026.
Pembinaan dibuka oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tamiang, Zainuddin SAg MH. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peningkatan profesionalisme dan kreativitas guru dalam proses kegiatan belajar mengajar, terutama pascabanjir, sehingga mampu membantu memulihkan trauma peserta didik sekaligus mengembalikan semangat belajar mereka.
Materi pembinaan disampaikan oleh Staf Bidang PAI Kanwil Kemenag Aceh sekaligus Pranata Komputer Ahli Pertama, Zeri Putra Irawan SKom. Ia menjelaskan bahwa AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam, tanpa menggeser peran utama guru sebagai pendidik.
"AI merupakan alat bantu, bukan pengganti guru. Sentuhan islami dan keteladanan hanya dapat diberikan oleh guru. AI hadir untuk membantu, bukan menggantikan peran mulia pendidik," ujarnya.
Selain memaparkan konsep pemanfaatan AI, Zeri juga mempraktikkan penggunaan ChatGPT untuk menghasilkan desain grafis dan video melalui penyusunan prompt yang efektif. Peserta tampak antusias mengikuti sesi praktik tersebut sebagai bekal untuk diterapkan dalam proses pembelajaran.
Sebagai evaluasi, peserta mengikuti post-test guna mengukur tingkat pemahaman terhadap materi yang telah diberikan selama pembinaan.[]












