Pendidikan yang dilandasi kasih sayang diyakini mampu melahirkan generasi berkarakter dan berakhlak mulia. Karena itu, guru Raudhatul Athfal (RA) didorong untuk menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta dalam proses pembelajaran.
Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Pendidikan Islam Kankemenag Kabupaten Bener Meriah, Dr Hj Mariani MPd saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Penyusunan Modul Ajar bagi RA se-Kabupaten Bener Meriah di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bener Meriah, Selasa, 9 Juni 2026.
Menurut Mariani, Kurikulum Berbasis Cinta merupakan pendekatan pendidikan yang meneladani metode Rasulullah SAW dalam mendidik anak melalui kasih sayang, keteladanan, dan penghargaan terhadap setiap individu.
"Cara mendidik dalam Kurikulum Berbasis Cinta adalah meneladani metode Rasulullah SAW, yaitu mendidik dengan penuh cinta. Pendidikan yang dilandasi kasih sayang akan melahirkan generasi yang berkarakter dan berakhlak mulia," ujarnya.
Mariani juga mengingatkan pentingnya peningkatan kompetensi guru di tengah perubahan zaman yang terus berlangsung. Menurutnya, guru tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga harus terus belajar agar mampu memahami karakteristik dan kebutuhan anak pada setiap generasi.
"Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga harus terus belajar. Kita harus memahami karakteristik anak-anak masa kini karena apa yang diajarkan hari ini merupakan bekal bagi mereka untuk menghadapi kehidupan 20 tahun mendatang," katanya.
Bimtek yang diikuti pengawas madrasah, kepala RA, dan perwakilan guru RA ini menjadi upaya untuk memperkuat pemahaman pendidik tentang Kurikulum Berbasis Cinta sekaligus meningkatkan kemampuan dalam menyusun modul ajar yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Dengan demikian, proses pembelajaran di RA diharapkan semakin berkualitas dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.[]












