Dirjen Pendis Tegaskan Kurikulum Berbasis Cinta Sentuh Hati Peserta Didik

Mia Rahma Ditha Nasution
Mia Rahma Ditha Nasution
Author19 September 2026
Dirjen Pendis Tegaskan Kurikulum Berbasis Cinta Sentuh Hati Peserta Didik
Dirjen Pendis Kemenag Prof Dr H Amin Suyitno MAg memberikan arahan Kurikulum Berbasis Cinta kepada GTK di MAN 1 Kota Langsa

Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof Dr H Amin Suyitno MAg, memberikan penguatan dan arahan terkait Kurikulum Berbasis Cinta kepada guru dan tenaga kependidikan (GTK) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Langsa, Sabtu, 19 September 2026.

Kegiatan yang terpusat di MAN 1 Kota Langsa tersebut diikuti jajaran pengawas madrasah, kepala madrasah, Kepala Raudhatul Athfal (RA), serta seluruh GTK di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Langsa.

Dalam arahannya, Prof Amin Suyitno menekankan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta tidak sekadar mengatur proses pembelajaran di kelas, tetapi juga memupuk kecintaan pendidik terhadap profesi serta kepedulian yang mendalam kepada peserta didik.

“Kurikulum Berbasis Cinta itu mengajarkan kita menjadikan loving curriculum. Hidup ini harus penuh dengan cinta,” tuturnya.

Dirjen Pendis menjelaskan bahwa konsep ini menempatkan seluruh guru sebagai pendamping siswa. Menurutnya, peran membimbing tidak lagi hanya menjadi beban guru Bimbingan dan Konseling (BK), melainkan tanggung jawab bersama seluruh pendidik yang berinteraksi langsung dengan siswa. Hal ini dinilai krusial mengingat siswa pada jenjang tsanawiyah dan aliyah berada dalam masa transisi menuju dewasa yang membutuhkan ruang aman untuk berkonsultasi.

Melalui pendekatan tersebut, guru diharapkan mampu membangun rasa percaya (trust) dengan peserta didik. Kedekatan emosional ini menjadi esensi penerapan Kurikulum Berbasis Cinta, sehingga hubungan guru dan murid tidak berhenti pada transfer ilmu semata, melainkan mencakup pembentukan karakter dan pendampingan moral.

Sementara itu, Kepala Subbagian Tata Usaha Kankemenag Kota Langsa, H Shulfan SAg MSc, melaporkan bahwa penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di Kota Langsa terus berjalan optimal di bawah pengawalan pengawas madrasah dan pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI).

Ia juga mengapresiasi ketangguhan civitas akademika MAN 1 Langsa yang sempat terdampak bencana banjir, namun tetap semangat membangkitkan proses belajar mengajar melalui gotong royong. “Pendidikan tidak boleh berhenti, dalam kondisi apa pun,” tegas Shulfan.

Di akhir pembinaan, Prof Amin Suyitno mengapresiasi kekhasan MAN 1 Langsa yang sukses mengintegrasikan program keterampilan bagi peserta didik untuk mengembangkan life skill.

“MAN 1 Langsa ini menjadi salah satu role model dari sekian MAN yang ada di Indonesia,” pungkasnya seraya berharap pengembangan keterampilan di madrasah tersebut terus diperkuat dengan sinergi antara guru, pengawas, dan seluruh peserta didik.

Layanan
Tentang
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh adalah unit vertikal Kementerian Agama di provinsi dan membawahi beberapa kantor kementerian agama di kabupaten dan kota.
Alamat
Jalan Tgk. Abu Lam U No. 9 Banda Aceh 23242
Bimbingan Masyarakat
Islam Hindu Kristen Katolik Buddha
Lainnya
Media Sosial
© 2026 Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh
Oleh : Humas Kanwil Aceh