Sebanyak 225 peserta dari berbagai sekolah dan madrasah di Kota Subulussalam mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2026 yang berlangsung selama tiga hari, 7 s/d 9 September 2026. Kompetisi dipusatkan di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Subulussalam sebagai ajang bagi peserta didik menguji kemampuan dan menunjukkan potensi terbaiknya.
OMI diikuti siswa dari sekolah dan madrasah di Kota Subulussalam melalui sejumlah tahapan, termasuk Computer Based Test (CBT), dengan persiapan bersama guru pendamping di masing-masing satuan pendidikan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Subulussalam dalam arahannya memotivasi peserta agar tidak menjadikan olimpiade semata-mata sebagai ajang mengejar juara, tetapi juga sebagai kesempatan mendapatkan pengalaman, meningkatkan kepercayaan diri, dan mengukur kemampuan melalui kompetisi yang sehat.
“Jangan takut untuk berkompetisi. Tunjukkan kemampuan terbaik yang kalian miliki, ikuti setiap tahapan dengan sungguh-sungguh dan tetap junjung tinggi sportivitas. Jadikan OMI sebagai pengalaman berharga untuk terus belajar dan berkembang,” pesannya.
Ia mengatakan keberanian berkompetisi menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang memiliki daya saing. Karena itu, peserta diharapkan dapat menjadikan pengalaman selama OMI sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan.
Salah satu peserta, siswi Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Al Mansyuriah, Fatira Sahesta Azura, mengikuti OMI pada cabang Matematika. Ia mengaku bangga mendapat kesempatan mewakili madrasah dan berharap dapat melanjutkan kompetisi hingga tingkat Provinsi Aceh.
“Saya sangat antusias mengikuti OMI dan berharap bisa lanjut ke tingkat provinsi. Sebelum mengikuti CBT, kami mendapatkan bimbingan khusus dari guru di madrasah sebagai bekal persiapan pelaksanaan olimpiade,” ujar Fatira.
Meski telah mendapatkan persiapan, Fatira mengaku tetap merasakan ketegangan saat menghadapi soal dalam CBT. Menurutnya, beberapa soal masih menjadi tantangan karena belum dipahami.
“Saya bangga menjadi salah satu wakil dari madrasah yang terpilih mengikuti OMI, tapi juga khawatir karena ada beberapa soal yang tadi keluar belum saya pahami,” ungkapnya.
Pengalaman tersebut menjadi motivasi bagi Fatira untuk terus meningkatkan kemampuannya, khususnya dalam bidang Matematika.
Sementara itu, Guru Pendamping MAS Al Mansyuriah, Sarmalina, menilai OMI menjadi wadah positif untuk mengembangkan kompetensi dan prestasi peserta didik. Keikutsertaan siswa dari berbagai sekolah dan madrasah juga memberikan kesempatan bagi satuan pendidikan untuk mengukur kemampuan peserta didiknya dalam berkompetisi.
“OMI sudah menjadi wadah yang baik untuk pengembangan kompetensi dan prestasi siswa. Mengingat peserta OMI berasal dari seluruh sekolah, kita dapat mengukur sejauh apa siswa-siswi kita mampu bersaing dan berprestasi di bidangnya masing-masing,” jelas Sarmalina.
Ia berharap pelaksanaan OMI pada tahun-tahun berikutnya dapat terus ditingkatkan, terutama dari sisi fasilitas pendukung pelaksanaan CBT.
“Kami mengharapkan OMI ke depannya lebih baik, terutama dalam pengadaan fasilitas seperti laptop dan paket data selama CBT berlangsung,” harapnya.
Pelaksanaan OMI 2026 di Kota Subulussalam diharapkan menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus membangun kepercayaan diri, sportivitas, dan mental kompetitif untuk menghadapi kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.[]













