Blangpidie - Dalam rangka melakukan evaluasi terhadap Madrasah Inovasi yang sudah satu tahun dicetuskan oleh Kepala Kanwil Kemenag Aceh, tim evaluator (Dr. Sofyan A. Gani, M.A dan Drs. Nasrudddin, M.A.g) berkesempatan bertemu dan berdiskusi dengan kepala Madrasah se Abdya baik negeri maupun swasta yang difasilitasi oleh Kakemenag Abdya Dr. H. Salman Al Farisi, S.Ag, M.Pd dan dibantu oleh Kasi Pendidikan Madrasah, Adihar S. PdI., MA, 30 November 2022.
Dalam kata sambutan saat pembukaan Kakemenag mengingatkan seluruh peserta agar berperan sebaik mungkin terhadap tugas dan tanggungjawab yang diemban sebagai kepala madrasah untuk mengelola dan memajukan institusi ini, khususnya untuk peningkatan mutu dan daya saing lulusan madrasah.
Nasruddin, Subkoordinator Kurikulum dan kesiswaan dari Kanwil Kemenag Aceh, menyampaikan keberhasilan yang telah diperoleh siswa madrasah dalam dua tahun terakhir, khususnya tahun 2022 pada perlombaan tingkat Nasional seperti OSN dimana madrasah Aceh memperoleh beberapa medali emas. Pencapaian tersebut kata pak Nas merupakan hasil kerja keras para guru terutama dukungan penuh kepala madrasah. Nasruddin juga mengatakan keberadaan Madrasah Unggul dan Madrasah Ketrampilan dilingkungan Kemenag sangat bermanfaat untuk menyiapkan generasi masa depan.
Dr. Sofyan A. Gani, ketua Madrasah Developmen Centre (MDC) dan juga dosen FKIP Universitas Syiah Kuala, dalam paparannya sangat mengapresiasi tiga madrasah inovasi yang telah dikunjungan. Untuk MAN Abdya Dr. Sofyan yang juga mantan kepala Perpustakaan Universitas Syiah Kuala mengatakan: “Perputakaan MAN Abdya layak dijadikan contoh dalam penataan dan pengembangan Perpustaan Madrasah/Sekolah di Aceh”. Untuk MTsN 1 Abdya, kata Dr. Sofyan, layak dipelajari Program literasi karena telah menghasilkan sejumlah karya tulis kepala madrasah, guru, dan siswa. Sementara untuk MIN 2 Inovasi ketua MDC sangat kagum dengan penataan ruang kelas yang indah dan menyenangkan anak.
Dalam menjawab pertanyaan peserta, ketua MDC mengingatkan: “Peran kepala Madrasah sangat penting bahkan menjadi central dalam penataan dan pengembangan madrasah. Untuk itu, perlu orang yang tepat yang memiliki visi dan inovasi duduk di posisi ini, bukan mereka yang hanya melakukan pekerjaan rutin tanpa berani keluar dari zona aman”. Hal ini kata Sofyan sejalan dengan pandangan para ahli Pendidikan dunia yang menempakan pimpinan (kepala sekolah/madrasah) pada urutan satu atau dua kalau mutu dan penataan madrasah/sekolah yang menjadi sasaran.
Dalam diskusi Dr. Sofyan juga mengingatkan program Kakanwil Kemenag Aceh (Dr. Iqbal, M.Ag.) terkait kesediaan Madrasah Negeri untuk “menggendong” madrasah swasta terutama yang milik masyarakat yang tidak berdaya dari banyak sisi untuk dapat maju bersama madrasah negeri. Ketua MDC mengatakan Bidang Madrasah pada Kanwil Kemenag Aceh bersama MDC sekarang ini sedang menyiapkan mekanisme atau petunjuk terhadap pelaksanaan Program Gendong dimaksud.













