Tujuh Buku Karya Madrasah Aceh Utara Diluncurkan, Perkuat Gerakan Literasi

Musmira Rizki Salam
Musmira Rizki Salam
Author22 September 2026
Tujuh Buku Karya Madrasah Aceh Utara Diluncurkan, Perkuat Gerakan Literasi
Foto usai pemotongan pita tanda resmi peluncuran buku literasi madrasah

Tujuh buku karya madrasah resmi diluncurkan dalam kegiatan Launching Buku Literasi Madrasah yang digelar Kementerian Agama Kabupaten Aceh Utara di Aula Kantor Kemenhaj Aceh Utara, Selasa, 22 September 2026.

Ketujuh buku tersebut merupakan karya dari tujuh madrasah di lingkungan Kemenag Aceh Utara. Peluncuran dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs H Azhari MSi didampingi Kepala Kemenag Aceh Utara, H Fadli SAg MSi serta para kepala seksi.

Tujuh karya yang diluncurkan terdiri atas Antologi Cerpen “Lentera Tanah Rencong” karya MIN 11 Aceh Utara; “Secercah Asa: Jejak Bakti dari Aceh Utara” karya MIN 10 Aceh Utara; Antologi Cerpen “Langit di Ujung Halaman” karya MAN 2 Aceh Utara; Antologi Puisi “Kearifan Lokal” karya MTsN 3 Aceh Utara; Antologi Pengalaman Pribadi “Titian Endatu” karya MIN 14 Aceh Utara; Antologi Puisi “Aceh Lon Sayang: Cahaya yang Tak Pernah Padam di Ujung Barat” karya MIN 26 Aceh Utara; serta Antologi Puisi “Tetesan Embun di Balik Catappa” karya MIN 34 Aceh Utara.

Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenag Aceh, Azhari, menyampaikan apresiasi terhadap karya literasi yang telah dihasilkan para guru dan madrasah di Aceh Utara. Ia berharap para guru dapat terus menulis dan menuangkan gagasan dalam bentuk karya yang dapat menjadi bahan bacaan bagi generasi muda.

“Semoga guru bisa terus menulis dan menuangkan ide dalam sebuah tulisan sehingga menjadi bahan bacaan bagi anak-anak kita. Tugas mulia ada di tangan guru. Hari ini, dakwah juga dapat dilakukan melalui media yang dituangkan dalam tulisan. Bahkan anak-anak kita yang berada di ujung negeri pun dapat membaca karya tersebut,” ujarnya.

Menurut Azhari, karya tulis yang dihasilkan guru dan madrasah tidak hanya menjadi bagian dari pengembangan literasi, tetapi juga dapat menjadi media untuk menyampaikan gagasan dan dakwah kepada masyarakat.

Sementara itu, Kakankemenag Aceh Utara, Fadli, menekankan pentingnya pengembangan budaya literasi di lingkungan madrasah. Menurutnya, gerakan literasi perlu menjadi perhatian bersama dan dipikirkan secara serius oleh setiap kepala madrasah agar dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Literasi di madrasah harus segera kita pikirkan dan kembangkan. Kepala madrasah harus memikirkan bagaimana budaya literasi ini dapat berjalan dengan baik dan menjadi bagian dari kehidupan di madrasah,” ungkapnya.

Selain peluncuran buku, kegiatan juga dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada delapan madrasah sebagai Madrasah Aktif Literasi di Aceh Utara. Penghargaan tersebut diberikan kepada MIN 9 Aceh Utara, MIN 10 Aceh Utara, MIN 11 Aceh Utara, MIN 14 Aceh Utara, MIN 26 Aceh Utara, MIN 34 Aceh Utara, MTsN 3 Aceh Utara, dan MAN 2 Aceh Utara.

Penghargaan juga diberikan kepada tiga insan pendidikan yang dinilai berperan dalam menggerakkan budaya literasi di Aceh Utara, yaitu Ratih Mulyani SPdI, Guru MIN 10 Aceh Utara, Ridwan SPd, Guru MIN 6 Aceh Utara, dan Nuraini SAg MPd, Kepala MIN 13 Aceh Utara, sebagai Penggerak Literasi di Aceh Utara.

Dengan diluncurkannya tujuh buku tersebut, ketujuh madrasah selanjutnya akan mewakili Kementerian Agama Kabupaten Aceh Utara pada Festival Literasi Aceh di tingkat provinsi.

Kegiatan turut dihadiri Kepala Kantor Kemenhaj, pengawas madrasah, kepala madrasah, serta guru madrasah di lingkungan Kemenag Aceh Utara. []

FotograferOesman Fauzi
Layanan
Tentang
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh adalah unit vertikal Kementerian Agama di provinsi dan membawahi beberapa kantor kementerian agama di kabupaten dan kota.
Alamat
Jalan Tgk. Abu Lam U No. 9 Banda Aceh 23242
Bimbingan Masyarakat
Islam Hindu Kristen Katolik Buddha
Lainnya
Media Sosial
© 2026 Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh
Oleh : Humas Kanwil Aceh