Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Bireuen kembali melaksanakan Gerakan Penyuluhan Agama Islam Terpadu (GAPIT) I Tahun 2026 di Gampong Alue Igeuh, Kecamatan Pandrah, Kamis, 18 Juni 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan pembinaan keagamaan dan sosial masyarakat melalui penyuluhan yang terintegrasi dan menyentuh berbagai aspek kehidupan.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Camat Pandrah, Iskandar, serta dihadiri Plh Kepala Seksi Bimas Islam Kankemenag Bireuen, Zulfan SE, perangkat gampong, dan tokoh masyarakat, serta para penyuluh agama Islam.
Dalam arahannya, Zulfan menekankan pentingnya menjaga dan mengelola harta wakaf secara amanah dan produktif agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
"Harta wakaf harus kita jaga bersama agar tidak disalahgunakan. Ke depan, kita dorong agar wakaf tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga dapat dikelola secara produktif sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi kemaslahatan umat," tegasnya.
Melalui pendekatan penyuluhan terpadu, masyarakat mendapatkan berbagai materi yang berkaitan dengan kehidupan keagamaan dan sosial, di antaranya wakaf, produk halal, keluarga sakinah, moderasi beragama, keluarga berencana (KB), pencegahan stunting, serta pembinaan remaja.
Sementara itu, Sekcam Pandrah, Iskandar, berharap para penyuluh agama terus meningkatkan peran dan aktivitas pembinaan di tingkat gampong sehingga keberadaannya semakin dirasakan oleh masyarakat.
"Kami berharap para penyuluh agama semakin aktif hadir di tengah masyarakat. Masih banyak masyarakat yang belum memahami secara utuh tugas dan peran strategis penyuluh agama. Karena itu, kehadiran mereka perlu terus ditingkatkan agar manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat," ujarnya.
Di sisi lain, Ketua PD IPARI Bireuen, Drs Muzakir, menjelaskan bahwa GAPIT merupakan salah satu program unggulan IPARI yang telah berjalan selama dua tahun terakhir sebagai bentuk penguatan peran penyuluh agama sebagai ujung tombak pembinaan umat di tingkat gampong.
"Untuk tahun ini, kegiatan GAPIT akan dilaksanakan setiap empat bulan sekali dan difokuskan pada tiga wilayah. Kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan keterbatasan anggaran serta berbagai kendala yang dihadapi rekan-rekan penyuluh di lapangan. Namun demikian, kami berkomitmen agar program GAPIT yang telah berjalan selama dua tahun terakhir tetap berlanjut secara berkesinambungan," ungkapnya.
Melalui kegiatan GAPIT, IPARI Bireuen berharap masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan keagamaan yang lebih baik, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai keagamaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, diharapkan terwujud masyarakat yang religius, harmonis, sehat, dan sejahtera. [ ]












