Daerah

Dari Sumang Gayo untuk Bumi, Eco-Sumang Tracker Antarkan Siswi MAN 1 Bener Meriah ke 30 Besar OMI Riset

Kautsar
Kautsar
Author•29 Oktober 2026
Dari Sumang Gayo untuk Bumi, Eco-Sumang Tracker Antarkan Siswi MAN 1 Bener Meriah ke 30 Besar OMI Riset
Dari Sumang Gayo untuk Bumi, Eco-Sumang Tracker Antarkan Siswi MAN 1 Bener Meriah ke 30 Besar Omi Riset

Menjaga bumi dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti menghemat air, memungut sampah, menjaga kebersihan, dan merawat fasilitas bersama. Berangkat dari kepedulian tersebut, Zirahayana, siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bener Meriah, mengembangkan Eco-Sumang Tracker, sebuah aplikasi Android yang mengintegrasikan nilai adat Gayo, ajaran Islam, dan kepedulian terhadap lingkungan, Kamis 29 Oktober 2026.

Inovasi tersebut mengantarkan penelitian Zirahayana masuk dalam 30 besar proposal Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Riset 2026 tingkat nasional pada bidang Ekoteologi: Integrasi Keislaman dan Keilmuan. MAN 1 Bener Meriah juga menjadi salah satu dari 10 madrasah asal Aceh yang berhasil lolos dalam ajang tersebut.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bener Meriah, Tarmizi SAg MPd, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian yang diraih Zirahayana. Ia berharap prestasi tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan dan melahirkan inovasi yang bermanfaat.

“Barakallahu fikum. Kami sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada ananda Zirahayana, siswi MAN 1 Bener Meriah, yang telah berhasil masuk 30 besar nasional OMI Madrasah. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras, doa orang tua, serta bimbingan para guru. Alhamdulillah, kami bangga sekali. Terus semangat, jangan cepat puas, karena ini baru awal. Madrasah bangga padamu. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi siswa lainnya,” ungkap Tarmizi.

Gagasan Eco-Sumang Tracker berawal dari persoalan yang ditemukan di lingkungan madrasah, seperti sampah plastik yang berserakan, pemborosan air wudu saat pelaksanaan salat Zuhur, kebersihan fasilitas yang belum terjaga secara optimal, serta kebiasaan berkomunikasi yang belum selalu santun. Zirahayana ingin menghadirkan pembelajaran kepedulian lingkungan dalam bentuk kegiatan nyata yang dapat dipraktikkan, dicatat, dan direfleksikan oleh siswa setiap hari.

Keunikan penelitian ini terletak pada integrasi nilai adat Gayo Sumang Opat, yang terdiri atas Sumang Pelangkahen, Sumang Penengonen, Sumang Perceraken, dan Sumang Kenunulen. Keempat pilar tersebut diterjemahkan menjadi pembiasaan positif, mulai dari mengikuti kegiatan bermanfaat dan menjaga kebersihan, meningkatkan kepedulian terhadap penggunaan sumber daya, mengingatkan sesama dengan santun, hingga merawat ruang dan fasilitas bersama.

Dari aspek materi, Turham AG SAg MPd, dosen IAIN Takengon sekaligus validator ahli materi, memberikan penilaian positif terhadap integrasi nilai dalam penelitian tersebut. Dalam lembar validasinya, ia menuliskan, “Integrasi ke 3 elemen sudah harmonis.” Ia juga memberikan catatan, “Konsep sangat relevan.”

Melalui aplikasi Eco-Sumang Tracker, siswa dapat memilih kegiatan yang dilakukan, menuliskan refleksi singkat, dan mengirimkan foto dokumentasi. Aplikasi ini juga mencatat identitas dan waktu dokumentasi serta dapat menyertakan informasi lokasi sesuai pengaturan perangkat masing-masing siswa. Setiap kiriman terlebih dahulu diperiksa oleh guru yang ditunjuk sebagai verifikator sebelum disetujui dan memperoleh Eco-Points. Dengan mekanisme tersebut, pembiasaan karakter dapat dipantau dan didokumentasikan secara berkala.

Sementara itu, Ilham Abdi SSTP MAP, validator ahli media dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bener Meriah, turut memberikan penilaian melalui lembar validasi. “Aplikasi bagus dan layak dikembangkan,” tulisnya. Ia juga memberikan catatan mengenai perlunya dukungan kapasitas server yang lebih besar apabila jumlah pengguna aplikasi meningkat.

Penelitian ini turut menghubungkan konsep ekoteologi Islam dengan Kurikulum Berbasis Cinta, khususnya pilar cinta lingkungan. Dalam pendekatan tersebut, merawat alam dipahami sebagai bagian dari tanggung jawab manusia, sedangkan nilai Sumang Gayo menjadi landasan budaya yang dekat dengan kehidupan siswa di Bener Meriah.

Di bawah bimbingan Dicki Darmawan SPd dan Jailani SMat, Zirahayana melanjutkan penelitiannya setelah proposal dinyatakan lolos seleksi. Uji coba dilakukan dengan melibatkan 60 siswa, terdiri atas 30 siswa kelompok eksperimen yang menggunakan Eco-Sumang Tracker dan 30 siswa kelompok kontrol yang mencatat kebiasaan melalui jurnal manual dengan verifikasi guru bimbingan konseling (BK). Pembiasaan utama berlangsung selama 14 hari, mulai 3 hingga 16 Oktober 2026.

Selama penelitian, tim melakukan pemantauan terhadap aktivitas siswa, mencatat kendala penggunaan aplikasi, serta mengumpulkan hasil tes awal dan tes akhir. Data aktivitas, penilaian ahli, tanggapan pengguna, dan rencana wawancara tindak lanjut menjadi bagian dari proses analisis untuk menilai kelayakan serta efektivitas inovasi tersebut.

Proses penelitian ini juga sejalan dengan harapan Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Aceh, Khairul Azhar, yang sebelumnya mengingatkan agar capaian 30 besar dilanjutkan dengan penelitian yang serius. “Yang terpenting sekarang bagaimana proposal itu dikembangkan menjadi riset yang baik,” katanya sebagaimana dimuat dalam pemberitaan Kanwil Kemenag Aceh pada 18 September 2026.

Bagi MAN 1 Bener Meriah, capaian Zirahayana menunjukkan bahwa inovasi pelajar madrasah dapat tumbuh dari persoalan sederhana di lingkungan sekitar. Melalui Eco-Sumang Tracker, nilai adat Gayo dan ajaran Islam tidak hanya menjadi nasihat, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata untuk menjaga bumi. Prestasi ini diharapkan menjadi penyemangat bagi siswa madrasah lainnya untuk terus berkarya, mengembangkan potensi, dan menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.[]

Layanan
Tentang
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh adalah unit vertikal Kementerian Agama di provinsi dan membawahi beberapa kantor kementerian agama di kabupaten dan kota.
Alamat
Jalan Tgk. Abu Lam U No. 9 Banda Aceh 23242
Bimbingan Masyarakat
Islam Hindu Kristen Katolik Buddha
Lainnya
Media Sosial
© 2026 Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh
Oleh : Humas Kanwil Aceh