Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Dr H Zulkifli SAg MPd memaparkan kondisi organisasi, berbagai tantangan, serta inovasi yang telah dijalankan Kementerian Agama Kabupaten Bireuen di hadapan Staf Ahli Menteri Agama RI, Dr H Faisal Ali Hasyim SE MSi CA CSEP dalam kegiatan pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berlangsung di Aula Universitas Islam Aceh (UIA) Paya Lipah, Senin, 29 Juni 2026.
Dalam laporannya, Zulkifli menyampaikan bahwa Kemenag Bireuen saat ini memiliki 2.644 ASN yang terdiri atas 1.549 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 1.095 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Seluruh ASN tersebut bertugas di kantor induk, madrasah, serta Kantor Urusan Agama (KUA) yang tersebar di 17 kecamatan.
Ia menjelaskan sejumlah tantangan yang masih dihadapi, mulai dari distribusi ASN yang belum merata, keterbatasan formasi penghulu dan tenaga administrasi madrasah, percepatan sertifikasi tanah wakaf, hingga dampak bencana hidrometeorologi terhadap sarana pendidikan. Dari 7.944 persil tanah wakaf yang ada, sebanyak 2.885 persil telah bersertifikat. Sementara itu, 43 madrasah terdampak bencana hidrometeorologi dan 33 di antaranya masih membutuhkan dukungan meubelair serta perangkat elektronik untuk menunjang proses pembelajaran.
Meski dihadapkan pada berbagai tantangan tersebut, Zulkifli menegaskan bahwa Kemenag Bireuen terus melakukan transformasi melalui berbagai program yang selaras dengan visi, misi, dan Asta Protas Menteri Agama. Program tersebut meliputi pengembangan tiga Madrasah Unggulan dan Madrasah Digital, implementasi Program Ekoteologi di madrasah, KUA, dan pondok pesantren, digitalisasi tata kelola layanan, Program GAPIT (Gampong Penyuluhan IPARI Terpadu), serta pemberdayaan ekonomi umat melalui wakaf produktif berupa penanaman hampir 2.000 batang pohon dan program penggemukan sapi.
"Kami ingin setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Berbagai inovasi yang kami lakukan merupakan ikhtiar untuk menerjemahkan program prioritas Menteri Agama ke dalam aksi nyata sekaligus memperkuat kualitas layanan keagamaan di Kabupaten Bireuen," ujar Zulkifli.
Menanggapi paparan tersebut, Staf Ahli Menteri Agama, Faisal Ali Hasyim, menyampaikan apresiasi atas berbagai inovasi yang telah dikembangkan Kemenag Bireuen. Menurutnya, langkah-langkah tersebut menunjukkan komitmen kuat dalam menerjemahkan kebijakan Kementerian Agama menjadi program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Dalam pembinaannya, ia juga menekankan pentingnya penguatan transformasi digital, peningkatan kualitas pelayanan publik, transparansi, akuntabilitas, integritas, serta kolaborasi seluruh ASN dalam mendukung pelaksanaan Asta Protas Menteri Agama.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs H Azhari MSi, menyampaikan dukungannya terhadap berbagai upaya yang telah dilakukan Kemenag Bireuen, terutama dalam percepatan sertifikasi tanah wakaf, pengembangan wakaf produktif, serta pemulihan sarana pendidikan yang terdampak bencana. Menurutnya, berbagai program tersebut perlu terus diperkuat melalui sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan agar manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat.
Kegiatan pembinaan tersebut diikuti oleh para kepala madrasah, kepala KUA, Ketua IPARI Bireuen, serta sejumlah ASN Kankemenag Bireuen. [ ]











