[Embarkasi Aceh | Muhammad Yakub Yahya] “Kepada Rauzatul Ilmi binti Muhammad Yusuf (20 tahun), disilakan berdiri sejenak,” pinta MC Fajriah Bakri SAg, sebelum Bupati Bireuen H Ruslan Daud (diwakili Wabup) sampaikan sambutan dan lepaskan Kloter 6.
Rauzatul pun bangun sejenak, mata hadirin tertuju ke sana.
Pelepasan di Aula Utama yang digelar pukul 08.45 WIb (Kamis 25 Sept) itu, dihadiri Kakanwil Kemenag Aceh, mewakili Kakankemang Bireuen (Drs Kafrawi), Kakankemenag Kota Banda Aceh Drs H Amiruddin Husen MA, dan mewakili Sekda Kota Banda Aceh dan Sekda Aceh Besar.
MC lanjutkan, “Kepada Muhammad Amin bin Ibrahim (94 tahun), disilakan berdiri sejenak.” Jamaah pun berdiri sejenak, dan melambaikan tangn ke hadirin.
Keduanya, jamaah termuda (Rauzatul) dan tertua (Muhammad Amin), berasal dari Kota Juang.
“Tunjukkan kebersamaan, jangan pilah-pilah lagi di sana, ini orang Banda Aceh, ini Bireuen, dan ini Aceh Besar,” ajak Wabup Ir Mukhltar MSi, mewakili Bupati H Ruslan Daud, yang kabar dari Pak Mai (Drs Maiyusri, Kakankemenag), beliau masih di Jakarta.
Kloter 6 terdiri dari 439 jamaah. Laki-laki 164 perempuan, dan 275 perempuan. Terdiri dari 273 jamaah Bireuen, Aceh Besar 94 jamaah, dan Kota Banda Aceh 67 jamaah. Petugas Kloter 5 orang, diketuai Kasubbag TU Kankekemenag H Ismuar SAg (TPHI, Tim Pemandu Haji Indonesia). Ikut berangkat juga Kakankemenag Bireuen, Drs Maiyusri (Karom 1).
Ada open seat satu orang, yakni Muhammad Ismy, manifes 366, asal Banda Aceh yang sakit sebelum masuk ke Asrama Haji. Demikian laporan Koordinator Humas dan Protokler Embarkasi Haji Aceh 145 H, H Akhyar MAg, dan sebelumny diterima dari Bidang Manifes, Dokumen dan Paspor PPPIH, Drs H Hibban MM.
Waiting list untuk Aceh, hingga Selasa (23 Sept), 63.348 calon jamaah. Hingga Kloter 5, yang “Di Tanah Suci, tunjukkan semua kita orang Aceh, bukan Bireuen, bukan Banda Aceh, dan bukan Aceh Besar,” ajak Wabup lagi di hadapan jamaah yang akan menempati maktab 8, wilayah Mahbas Jin, Makkah. [inmas]
[foto: ketua kloter 6, h ismuar sag (kasubbag tu), berbincang dengan kakanwil/kakankemenag bireuen (yang juga jamaah dan karom), disaksikan wabup, kakankemenag kota sabang, kakankemenag banda aceh, dan lainnya, sesaat sebelum pelepasan]














