[Idi | Syarifuddin/Jamal] Menunggu Kakanwil saja begitu melelahkan, apa lagi menjadi Kakanwil. Kalimat itu menjadi pembuka pidato Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs.H. M. Daud Pakeh, pada pertemuan silaturrahmi Kakanwil dengan jajaran Kemenag Aceh Timur, Senin (20/4) yang berlangsung di Ruang Sidang DPRK Aceh Timur.
Hal itu disampaikan Kakanwil sebagai penawar atas penatnya audien menanti beliau sejak pukul 14.00 WIB dan beliau baru tiba di lokasi sekitar pukul 16.00 WIB.
Keterlambatan beliau disebabkan padatnya acara di Langsa bersama Gubernur Aceh dan pejabat provinsi lainnya. Pertemuan silaturrahmi di kemenag Aceh Timur memang merupakan agenda tambahan sambil beliau menghadiri acara tingkat provinsi yang diadakan di Langsa pada hari yang sama. Namun dengan piawainya, Kakanwil berhasil mengobati audiens dengan pidatonya yang penuh humor namun tetap bernas.
“Meskipun lelah menunggu, namun dengan pidato Bapak Kakanwil yang cukup bernas dan diselingi humor khas beliau, hilang rasanya lelah itu,” ungkap Shulfan, M.Pd Kepala MAN Ranto Peureulak yang mengaku telah menuggu di Idi sejak pukul 13.00 WIB.
Pertemuan yang berlangsung hingga pukul 17.30 WIB itu, selain dihadiri oleh Kakankemanag Kabupaten Aceh Timur bererta stafnya, juga turut diramaikan oleh para pengawas, kepala madrasah, dan kepala KUA se-Kabupaten Aceh Timur. Usai pertemuan silaturrahmi, Kakanwil beserta rombongan berkenan meninjau lokasi pembangunan MAN Insan Cendikia.
Mantan Kakankemenag Aceh Jaya beserta istri tercinta sebelum kembali ke ibukota provinsi itu juga sempatkan diri berkunjung ke kantor Kemenag Aceh Timur yang berlokasi di desa Tanoh Anou Idi Rayeuk, persis di pinggir jalan Banda Aceh-Medan itu, kunjungan singkat hingga malam hari tersebut didampingi langsung oleh Kakankemenag Drs.H.Marzuki A,MA. [yyy]











