Al-Qur’an menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi perkembangan zaman yang semakin kompleks.
Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Dr H Zulkifli SAg MPd saat menghadiri kegiatan Tasyakur Tahfidzul Qur’an ke-5 di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 8 Bireuen, Kamis, 21 Mei 2026.
Di hadapan dewan guru, wali murid, dan para siswa penghafal Al-Qur’an, Kakankemenag menegaskan bahwa pendidikan Al-Qur’an bukan hanya sebatas hafalan, tetapi juga menjadi pedoman hidup dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda.
“Al-Qur’an harus menjadi bekal bagi anak-anak kita dalam menghadapi tantangan zaman. Tidak hanya dihafal, tetapi juga dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Menurutnya, kemajuan teknologi dan perubahan sosial yang terjadi saat ini harus diimbangi dengan penguatan nilai-nilai keagamaan agar generasi muda tetap memiliki arah dan pegangan hidup yang baik.
Ia juga mengajak para siswa untuk terus mempersiapkan diri sejak dini dengan belajar sungguh-sungguh, menjaga akhlak, dan memperkuat hubungan dengan Al-Qur’an.
“Persiapkan diri sejak dini dengan belajar sungguh-sungguh, menjaga akhlak, dan terus dekat dengan Al-Qur’an agar kelak menjadi generasi yang berilmu, berkarakter, serta mampu bersaing di masa depan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala MIN 8 Bireuen, Sriani SPd menyampaikan bahwa kegiatan tasyakur tahfidz menjadi bentuk apresiasi kepada siswa yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an sekaligus motivasi bagi peserta didik lainnya untuk semakin mencintai Al-Qur’an.
“Program tahfidz bukan hanya tentang menambah hafalan, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak peserta didik agar tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang membanggakan orang tua, madrasah, dan masyarakat,” ungkapnya. []















