Dalam silaturrahmi Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh dan Pimpinan Ma'had Aly Dayah Al-Munawarah, Kamis (16 Juli 2026), didiskusikan pembentukan Program Marhalah Tsany (Pascasarjana) di dayah Kuta Krueng Ulee Gle Kec Bandar Dua Pijay.
Di ruang kerja, Kakanwil Drs H Azhari MSi dan Pimpinan atau Mudir Ma'had Aly Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng Dr Tgk H Anwar Usman Kuta Krueng SPdI MM, saling serah terima berkas rekomendasi pembentukan Program Magister (S2) di dayah ini.
Mudir Dayah Al-Munawarah Abiya Anwar, sampaikan, berkas pembentukan program pascasarjana sudah lengkap, lalu akan diteruskan ke pusat untuk izin legalitas dan lainnya. Jika sudah diakui, maka akan ada Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Agama RI.
Sebelum itu, Kakanwil Kemenag Aceh juga merekomendasikan dan mendukung program di Dayah Kuta Krueng, yang masuk dayah tertua di Aceh dengan program-program seperti muadalah.
Kakanwil menambahkan, jika berdirinya Marhalah Tsany (S2) di Ma'had Aly Dayah Al-Munawarah, maka masuk yang kedua di Aceh. Sebelumnya, pada 2021 di Aceh juga telah lahir Program Marhalah Tsaniyah (S2) di Ma'had Aly MUDI Mesjid Raya Samalanga, Aceh, resmi lahir dan disahkan pada Kamis, 8 April 2021 (25 Sya'ban 1442 H).
Marhalah Tsany MUDI, program strata dua berbasis ilmu fikih (Fiqh wa Ushuluh) yang pertama kali didirikan di Indonesia di luar Pulau Jawa.
Selanjutnya, Katim Dayah Muadalah, PDF, dan Ma'had Aly Bidang PD Pontren Dr H Rakhmad Mulyana SAg MSi sampaikan, sesuai regulasi misalnya UU Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, untuk membentuk Marhalah Tsany antara lain memerlukan pemenuhan standar kurikulum (takhassus), kualifikasi tenaga pengajar (musytasyid/dosen), dan legalitas formal. Konsentrasi ilmu keislaman spesifik (seperti Fiqih wa Ushuluhu, Tafsir, atau Hadis). Juga terpenuhinya persyaratan pengajar dan mahasantri, serta sarana.
Dalam audiensi di kanwil, juga dijajaki draf antara Kementerian Agama Provinsi Aceh dan Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA), bentuk kemitraan dalam membina generasi muda di Aceh. Pembinaan generasi muda akan lebih difokuskan juga pada madrasah dan sekolah.
Penjajakan dengan Latihan Kader Dakwah (LKD) Sekolah ini dijajaki antara Kakanwil dengan Abiya Anwar yang juga Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah (PB-HUDA) Aceh dan jajaran.
Disampaikan Abiya Anwar bahwa mencermati kondisi usia remaja di Aceh dan prilakunya masa kini, maka kita dituntut hadir lebih dalam ke dunia pendidikan di berbagai jenjang, lantas ambil bagian dalam dakwah terutama di madrasah dan sekolah.
Sementara Kakanwil nyatakan, penjajakan program nyata, dengan diawali penyiapan draf ini, patut didukung jajaran Kemenag dan unsur dayah, dan ini tidak bisa ditunda lebih lama.
Silaturrahmi Kakanwil dan Katim Dayah Muadalah, PDF, dan Ma'had Aly Bidang PD Pontren, dengan Pimpinan Dayah Al-Munawarah (yang juga PB HUDA), didampingi Ketua Pengurus Pusat Lembanga Pengelola Training Kader Dakwah (PP LP-TKD) Tgk H Bahri Ismail SSos, Sekjen PP LP-TKD, Tgk Martunis A Jalil SH dan jajaran.[]












