Lhokseumawe (Muazir M) --- Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Madrasah Kankemenag Kota Lhokseumawe, Kamis (14/1/2021), menggelar expose hasil Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) tahun 2020 di Aula MAN 1 Lhokseumawe.
Turut hadir dalam kegiatan expose PKKM tahun kedua ini Kakankemenag Kota Lhokseumawe yang diwakili oleh Kasubbag TU Drs. H. Muzakkir, MA, Kasi Pendis Tarmizi, S.Pd, Anggota Pokjawas, serta seluruh Kepala Madrasah dan Pimpinan Yayasan yang ada di lingkungan Kankemenag Kota Lhokseumawe.
Dalam kesempatan itu, Kasubbag TU Drs. H. Muzakkir, MA menyampaikan, kegiatan ini merupakan tindaklanjut dari regulasi yang ada, dimana tiap tahunnya madrasah akan dilakukan evaluasi dan penilaian oleh pengawas internal dan nantinya ditahun keempat akan dinilai dari Tim Kanwil Kemenag Aceh.
“Setidaknya ada tiga hal yang dapat dicapai dari kegiatan PKKM ini, Pertama, untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja diri sendiri. Kedua, kita bisa melihat aspek mana saja yang masih kurang baik dan perlu mendapat perbaikan di tahun berikutnya. Ketiga, dengan adanya ekspose PKKM ini kita dapat merumuskan formulasi dan menyiapkan kebijakan yang harus dilakukan untuk meningkatkan hasil penilaian di tahun berikutnya” terang Muzakkir.
Sebelumnya, tim Pokjawas Madrasah pada akhir tahun 2020 telah melakukan penilaian kepada seluruh Kepala Madrasah yang meliputi, Kepribadian dan Sosial, Usaha Pengembangan Masyarakat, Pelaksanaan Tugas Manajerial, Pengembangan Kewirausahaan, dan Supervisi Kepada Guru dan Tenaga Kependidikan.
PKKM sendiri merupakan sebuah proses pengumpulan, pengolahan, analisis, dan interpretasi data tentang kualitas kepala madrasah dalam melaksanakan tugasnya. Adapun penilaian dilakukan secara berkala dalam periode tahunan, dimana pada periode awal sampai ketiga penilaian dilakukan oleh pengawas Madrasah, selanjutnya pada periode keempat penilaian akan dilakukan oleh tim pemeriksa dari Kanwil Provinsi.
Dari hasil penilaian yang dilakukan oleh Pokjawas Madrasah, pada kategori Supervisi Kepada Guru dan Tenaga Kependidikan dan Kewirausahaan di semua jenjang madrasah perlu mendapat perhatian lebih.
“Diantara seluruh kategori yang kita nilai, khusus bagian Supervisi Kepada Guru dan Tenaga Kependidikan dan Kewirausahaan banyak yang mendapat nilai terendah dari seluruh item yang dinilai”, papar perwakilan Pokjawas Muhammad, S.Ag.
“Kiranya ini menjadi catatan bagi kepala madrasah, untuk kedepannya permasalahan ini dapat disempurnakan kembali” terangnya.
Pihaknya juga berharap, dengan adanya penyampaian nilai hasil dari PKKM ini dapat menjadi bahan masukan bagi kepala madrasah dalam menjalankan tugasnya, dan harapan kita juga penilaian hasil PKKM ini bisa menjadi bahan masukan Kakankemenag dalam mengambil kebijakan kedepannya terkait promosi bagi kepala madrasah.











