Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) terus diperkuat di lingkungan madrasah sebagai upaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik. Penguatan tersebut dilakukan melalui Workshop Pendampingan Kurikulum Berbasis Cinta bertema “Menumbuhkan Ruh Cinta dalam Dunia Pendidikan yang Bermutu” yang diselenggarakan Kelompok Kerja Guru (KKG) Wilayah I Bukit, Kamis, 4 Juni 2026, di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bener Meriah.
Kegiatan yang dibuka Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bener Meriah, Tarmizi SAg MPd itu diikuti 120 guru dari lima madrasah di Wilayah I Bukit. Hadir mendampingi, Kasubbag Tata Usaha Riadiyansyah SE dan Kasi Pendidikan Islam Dr Hj Mariani MPd.
Dalam arahannya, Tarmizi menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta menjadi salah satu pendekatan penting dalam mewujudkan pendidikan yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik. Menurutnya, nilai kasih sayang, penghargaan terhadap sesama, serta kepedulian sosial perlu menjadi bagian yang terintegrasi dalam proses pembelajaran di madrasah.
“Pendidikan yang bermutu tidak hanya diukur dari prestasi akademik peserta didik, tetapi juga dari keberhasilan dalam membentuk karakter yang berakhlak mulia. Melalui Kurikulum Berbasis Cinta, kita ingin menghadirkan pembelajaran yang lebih humanis, menyenangkan, dan menyentuh hati peserta didik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, guru memiliki peran strategis dalam menerjemahkan nilai-nilai cinta ke dalam praktik pembelajaran sehari-hari. Karena itu, peningkatan kapasitas guru melalui berbagai kegiatan pendampingan menjadi langkah penting agar implementasi KBC berjalan secara efektif di madrasah.
Sementara itu, Riadiyansyah menilai keberhasilan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta juga harus didukung oleh kedisiplinan dan keteladanan para pendidik. Menurutnya, nilai-nilai cinta dalam pendidikan tidak hanya diwujudkan melalui materi pembelajaran, tetapi juga melalui sikap dan komitmen guru dalam menjalankan tugas.
“Kehadiran dan kedisiplinan guru merupakan bagian dari komitmen profesional yang harus terus dijaga. Guru yang hadir tepat waktu dan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab akan menjadi teladan yang baik bagi peserta didik,” katanya.
Melalui workshop ini, para guru diharapkan semakin memahami konsep dan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta sehingga mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang karakter peserta didik secara optimal.[]













