[Peureulak | Jamaluddin] Hujan deras yang mengguyur kota Peureulak Aceh Timur sejak tadi malam tepat setelah shalat Isya menyebabkan kota Bandar Khalifah itu nyaris tenggelam, hal ini menyebabkan akses jalan menjadi terputus karena air yang terlalu tinggi dan deras menyebabkan tidak bisa dilalui oleh kendaraan umum dan pribadi.
Sanusi A Saman, salah seorang warga Peureulak mengatakan kedalaman air mencapai lebih kurang 1 meter lebih, menyebabkan jalan utama tergenang air sekitar 800 meter jauhnya. “Antrean panjang dari arah Langsa dan sebaliknya terjadi sejauh 3 Km, bahkan beberapa kendaraan dari Langsa kembali putar haluan dan kembali ke Langsa,” ujarnya, Rabu (24/12).
Masih menurut Sanusi, selain jalan, banjir juga menenggelamkan sejumlah bangunan di Kota Peureulak, seperti Pendopo Wakil Bupati Aceh Timur, Bank, Kantor Pos dan bangunan lainnya. “MIN Peureulak, MTsN Peureulak dan KUA Peureulak juga ikut tenggelam, keadaan makin parah dengan putusnya aliran listrik sejak pagi tadi” ujar Kepala MTs Taman Fajar itu.
Sementara menurut Magdalena Rohadi, salah seorang karyawan Kemenag Aceh Timur yang tadi pagi ingin melaksanakan tugas di kantor Idi terpaksa kembali ke rumah kediaman di Langsa, hal ini diakuinya karena akses jalan yang tidak bisa dilalui. “Putar Haluan, banjir parah, gak bisa lewat,” ujarnya yang didampingi rekan-rekannya yang lain. [x]















