Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tenggara melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Deep Learning dalam Kurikulum Merdeka yang berlangsung pada tanggal 3–11 Agustus 2026 di Aula MAN 1 Aceh Tenggara dan Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tenggara, Senin, 3 Agustus 2026.
Bimbingan teknis tersebut merupakan hasil kolaborasi Kelompok Kerja Guru (KKG) Madrasah Ibtidaiyah (MI), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Madrasah Tsanawiyah (MTs), MGMP Madrasah Aliyah (MA), serta MGMP Pendidikan Agama Islam (PAI) se-Kabupaten Aceh Tenggara sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru dalam mengimplementasikan pembelajaran yang lebih mendalam, bermakna, dan berpusat pada peserta didik.
Sebanyak 511 guru madrasah dan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) se-Kabupaten Aceh Tenggara mengikuti Bimbingan Teknis secara bertahap. Dalam kegiatan ini, peserta memperoleh materi dari narasumber Balai Diklat Keagamaan Medan mengenai implementasi Deep Learning dalam Kurikulum Merdeka, meliputi strategi pembelajaran, penguatan kompetensi guru, penyusunan perangkat ajar, serta penerapan pembelajaran yang mendorong kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan reflektif peserta didik.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tenggara, Nasruddin S Ag M PdI yang turut dihadiri oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Tenggara, Jufri RM S Pd MSi, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tenggara, Zulkifli SPd MPd, yang memberikan dukungan terhadap penguatan kompetensi pendidik melalui implementasi Kurikulum Merdeka.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tenggara, Nasruddin S Ag M PdI, menyampaikan bahwa Bimbingan Teknis Implementasi Deep Learning dalam Kurikulum Merdeka merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menghadirkan pembelajaran yang berkualitas, relevan, dan berpusat pada peserta didik.
Ia menegaskan bahwa konsep Deep Learning bukan sekadar mengajarkan materi secara mendalam, tetapi juga membangun kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, serta menanamkan karakter peserta didik melalui proses belajar yang bermakna.
"Kita ingin mewujudkan pembelajaran yang ramah anak, penuh cinta, dan mampu mengembangkan seluruh potensi peserta didik. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai pembimbing, teladan, dan inspirator yang menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan," ujarnya.
Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tenggara terus berkomitmen meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang pendidikan melalui berbagai program pengembangan kompetensi guru. Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru mampu memahami dan menerapkan konsep Deep Learning dalam proses pembelajaran di madrasah maupun sekolah, sehingga implementasi Kurikulum Merdeka dapat berjalan secara optimal dan berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan.[]











