[Idi | Jamaluddin] Di tengah kesulitan lapangan pekerjaan di Indonesia saat ini, pekerjaan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) masih menjadi primadona, dimana setiap diadakannya penerimaan PNS, jumlah pelamar selalu membludak. Mungkin saat ini PNS merupakan “the best job ever ”. Namun, masalah sumber daya manusia di lingkungan PNS masihmenjadi sorotan, baik di Pemerintahan Pusat maupun di Pemerintahan Daerah.
Ada gambaran umum seorang PNS “Datang, absen, duduk, kemudian pulang”, sehinggan PNS diplesetkan menjadi kependekan dari “Pegawai Nyantai Sekali”. Hal ini harus dihindari oleh setiap abdi negara, Demikian pesan Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Aceh Timur, Adnan,S.Ag dalam pertemuan di aula Kankemenag setempat, Idi Rayeuk, Selasa (24/2).
Mantan Kasubbag Tata Usaha itu mengingatkan, pegawai yang tidak aktif menjalankan tugas, maka akan ketinggalan oleh pegawai yang lain, “Meskipun jabatan sudah anda duduki, jika anda tidak cepat segera memperbaiki kekurangan anda, maka yang terjadi kemudian, anda dijatuhkan orang atau anda akan jatuh dengan sendirinya,” ujar Adnan.
Sementara itu, Kasubbag Tata Usaha Akly,S.Ag menghimbau kepada pegawai masing-masing seksi untuk bekerja dengan baik dan benar memberikan pelayana yang terbaik kepada masyarakat. “Sudah saatnya kita berikan yang terbaik, tinggalkan kebiasaan yang tidak baik, terapkan 5 budaya kerja Kemenag,” tegas mantan Kasi Bimas Islam itu.
Dihadapan kakankemenag, Kasi Bimas Islam, Kasi Penyelenggara Islam, dan pegawai di kedua seksi tersebut, Akly mengharapkan ada kerjasama yang baik dalam memberikan pelayanan terutama peningkatan kinerja. “Reformasi birokrasi yang telah dicanangkan pemerintah tidak akan berjalan dengan baik, jika kita sebagai abdi negara tidak bekerja dengan baik,” ungkap Akly.
Hal senada ditegaskan Kakankemenag Drs.H.Faisal Hasan, menurutnya para pegawai harus pintar mencari kerja dengan aktif dalam bertugas. “Pegawai harus merubah kebiasaan lama, jangan hanya duduk diam saja tidak ada pekerjaan, usahakan cari pekerjaan, aktiflah bekerja,” pintanya. [x]














