[Idi | Jamal/Naja] Para minoritas muslim Rohingya yang merupakan ratusan imigran asal Myanmar dan Banglades terdampar di Pantai Julok, daratan Kuala Geuleumpang, Kabupaten Aceh Timur, Rabu (20/5/) dini hari.
Ratusan manusia perahu ini diselamatkan oleh nelayan setelah ditemukan terapung di Perairan Aceh Timur, Mereka ditampung sementara ditenda yang didirikan Badan Penanggulangan Bencana Aceh di Kecamatan Rantau Selamat, Aceh Timur.
Saat ditemukan pertama kali, sekitar pukul 02.30 WIB, dalam keadaan sangat memprihatinkan yaitu dalam kondisi sangat kelaparan dan mengalami dehidrasi. Masyarakat setempat pun langsung berbondong-bondong membantu mereka dengan memberikan makanan secara sukarela.
Begitupun OSIMMAN Simpang Ulim segera bergerak cepat mengumpulkan sumbangan untuk membantu para pengungsi. Drs. Sabri Sakdan sebagai Wakil Kepala Bidang Kesiswaan menyampaikan bahwa semua siswa dan keluarga besar MAN Simpang Ulim boleh mengumpulkan sumbangan dalam bentuk apapun seperti beras, makanan kering, gula pasir, minyak goreng, pakaian layak pakai, selimut, perlengkapan mandi, perlengkapan shalat dan hal-hal lain yang dibutuhkan.
“Alhamdulillah, kami sangat terharu dan bangga melihat semangat para siswa, guru-guru dan keluarga besar MAN Simpang Ulim yang mengumpulkan beras muk per muk sehingga terkumpul sudah sebanyak ini. Begitu pun pakaian dan barang-barang lainnya. Semoga benar-benar bermanfaat nantinya. Terimakasih semuanya,” ujar Kepala Madrasah, Drs. Saifullah MN.
Sumbangan tersebut secara resmi telah diserahkan langsung oleh OSIM kepada para pengungsi Rohingya pada Jum’at (22/5). Tetaplah menjaga sikap empati pada sesama. Semoga keikhlasan ini akan dibalas Allah dengan hal yang lebih baik. Amin Ya Rabbal ’Alamin. [yyy]













