[Karang Baru | Muhammad Sofyan] Dalam rangka menangkal masuknya aliran sesat sekaligus untuk menjaga mata rantai pewaris Nabi untuk melanjutkan dakwah Islamiyah, MPU Aceh Tamiang menggelar Pelatihan Kader Ulama (PKU) pada Selasa (26/5). Pelatihan yang pada open ceremonynya dihadiri seluruh anggota Dewan Kehormatan Ulama (DKU) Tamiang sebanyak 30 orang dan beberapa undangan dari berbagai Instansi Pemerintah di Tamiang digelar di Aula SMP Islam Kuala Simpang.
Pada awal rencananya Pelatihan ini mengundang 30 orang peserta namun yang mendaftar sebanyak 35 orang. Pelatihan ini dilaksanakan selama tiga hari yakni dari tanggal 26 s/d 28 Mei 2015.
“Dari Antusiasnya para pendaftar maka kedepan perlu kiranya untuk tahun depan atau pada APBD perubahan anggaran kegiatan ini kita tingkatkan,” ujar Drs. Tasrip, MA dalam laporannya.
Beliau juga berharap antusiasnya peserta yang mendaftar itu menunjuknya antusiasnya masyarakat Tamiang akan pentingnya Ulama dalam perannya sebagai pewaris Nabi, sehingga Allah akan melimpahkan rezekinya.
“Semoga Allah melimpahkan Rezeki kepada masyarakat Aceh Tamiang sehingga dengan rezeki tersebut dapat kita manfaatkan untuk kepentingan Agama,” ujar beliau di akhir laporannya.Sementara itu Ketua MPU Tamiang Drs. H. Ilyas Mustawa dalam sambutannya menyampaikan potongan hadits yang artinya “Ulama itu pewaris para Nabi”.
“Oleh karena itu pewaris Nabi tidak boleh terputus mata rantainya sehingga MPU Aceh mewajibkan kepada MPU Kabupaten/Kota untuk melakukan pengkaderan Ulama,” ujarnya.
“Dua pilar utama bernegara adalah Ulama dan Umara, bila kedua pilar ini tegak saling menyokong maka akan kokohlah negara itu. Mudah-mudahan hal ini dapat kita aplikasikan di daerah kita. Ulama tidak boleh mati dan meninggalkan ummat yang lemah pemahaman Agamanya,” ujar Ilyas Mustawa di ujung sambutannya.
Adapun Ir. Rusman Ketua DPRK Tamiang dan Drs. Zulkarnain, MAP Wakil Bupati Tamiang dalam sambutannya menyampaikan hal yang senada yakni bahwa pelatihan kader ulama itu seyogyanya minimal satu bulan sekurang-kurangnya satu minggu bukan tiga hari, akan tetapi karena keterbatasan dana terpaksa dilaksanakan tiga hari.
Ir. Rusman mengatakan bahwa ada politik anggaran dalam pembahasan di DPR, “Kalau kita butuhnya satu bulan jangan diajukan satu bulan tapi ajukan dua bulan sehingga ketika dipangkas separuhnya tinggallah satu bulan,” ujarnya menjawab tantangan ketua MPU untuk penambahan Dana Pelatihan Kader Ulama tersebut.
Pak Buyong (demikian Sapaan akrab Drs. Zulkarnain, MAP) menyampaikan hal yang senada dan beliau juga menambahkan kalau ada mengajukan usulan anggaran yang prioritas tolong konsultasikan ke Bupati/Wakil Bupati, Bappeda dan DPRK. [yyy]













