[Ar-Raniry | Muhammad Yakub Yahya] Dalam acara penyerahan dan penyambutan Guru dan Pengawas Kemenag di Aula PPs (S2), Kabid PAI Drs H Saifuddin AR ajak alumni PPs yang telah lulus PPs ini, bisa jadi teladan bagi leting berikutnya.
“Memang ke depan, kita belum tahu ada atau tidak ada beasiswa bagi guru dan pengawas dari Dikti Kemenag RI,” ujar Muhammad Safdy MA, di antara puluhan alumni yan padati aula pasca (9/1).
Memang Dikti pun kini bergabung dengan Menristekdikti, yang dulu di Kemenag atau Kemendikbud.
Sejumlah Master telah rampungkan program 2012-2014 di IAIN (UIN), dan kini diserahkan kembali ke Kanwil Kemenag.
Acara dihadiri Kakanwil Kemenag Aceh, Drs H Ibnu Sa’dan MPd (yang diwakili Kabid PAI Kanwil Kemenag, Drs H Saifuddin AR) dan para guru besar, dalam acara pelepassambutan (penyerahterimaan) guru yang rata-rata sudah MA (master) itu.
Ruang sidang di lantai II Gedung PPs (Program Pascasarjana) UIN Ar-Raniry itu penuh oleh belasan ibu dan bapak guru, se Aceh. Misalnya ada dari Aceh Selatan dan Aceh Timur, misalnya ada Muhammad Safdy, Darmawi, Darmi, Agustina, Suriani, Susanna, Muhammad Yanis, Zulkhairi, dan Bustami.
Tajuk acara, ‘Silaturrahmi dan Pelepasan dan Penerimaan Mahasiswa Beasiswa dan Pengawas Program S2 bagi Guru PAI SMP/SMA/SMK dengan Pimpinan PPs UIN Ar-Raniry’, dan ‘sekapur sirih’ disampaikan Pak Din (sapaan untuk Drs Saifuddin AR).
Semua yang hadir memang Master (guru/pengawas) dari PNS Kemenag Aceh, yang telah dididik UIN, dan siang itu, ‘dikasih’ kembali ke Kemenag.
“Semua kita punya bakat, jadi jangan bilang ‘saya tak ada bakat’, padahal mengawasi ‘kan bisa…” sindir Prof Rusjdi, yang baru setahun ikut Pendidikan Lemhanas bersama 94 alumni seangkatannnya, yang 30 orang itu Kolonel juga.
Hadir selain Prof DR H Rusjdy Ali Muhammad SH MA, ada Prof DR H M Nasir Budiman MA, DR Khairuddin MAg, Syamsul Bahri MA TESOL dan lainnya itu. pelepasan secara formalitas dilakukan Direktru PPs. Selamat…. [inmas]













