Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh Drs H Azhari MSi serahkan penghargaan dan apresiasi bagi para penyuluh agama, aula kanwil, Rabu, 5 Agustus 2026.
Apresiasi disampaikan Kakanwil untuk perwakilan dengan kategori Penyuluh Inovatif, Penyuluh Inspiratir, dan Penyuluh Dedikatif.
Apresiasi diberikan kepada Mukhlisuddin MA sebagai Penyuluh Inspiratif (Pidie), Radiah SSos sebagai Penyuluh Inovatif (Galus), dan Syahrati SHI MSi (Bireuen) sebagai Penyuluh Dedikatif. Penghargaan tersebut diberikan PW IPARI Aceh atas pengabdian dan kontribusi nyata mereka di tengah masyarakat.
Kakanwil juga mengajak para penyuluh agama teguhkan komitmen dalam merawat kerukunan di Aceh.
Kakanwil juga mengharapkan agar semangat wasathiah atau sikap pertengahan dalam beragama (moderasi beragama), menjadi gerakan bersama, bukan hanya slogan, tapi menjadi laku hidup yang nyata, dalam bingkai kerukunan.
Bahwa kerukunan, ulasnya, telah berjalan lama di Aceh. Peunayong contoh kerukunan yang terpupuk sejak era kesultanan dulu, di Banda Aceh. Dan jika pun ada benih pergesekan, maka diselesaikan dengan duduk bersama lintas agama dan tokoh masyarakat, dalam semangat kerukunan dan saling berkomunikasi baik antar umat.
"Kerukunan ialah sebuah keniscayaan. Karya penyuluh ini menyajikan nilai-nilai Islam yang membawa perdamaian dan keadilan, serta memperkaya pemikiran keagamaan dalam masyarakat majemuk," ucapnya.
Kakanwil menyampaikan harapan ini juga dalam rangkaian acara bedah buku "Moderasi Beragama di Negeri Syariat" di aula kanwil, secara luring dan daring.
Dalam acara apresiasi dan bedah buku, ikut membersamai Plt Kabag TU Dr Hj Aida Rina Elisiva BAcc MM, Kabid Penaiszawa Dr H Zulfikar SAg MAg, para Pembimas, Ketua IPARI Perwakilan Aceh Dra Hj Evi Sri Rahayu MSos (Katim Penyuluh) serta jajaran IPARI, Ketua FKUB Aceh HA Hamid Zein SH MHum dan jajaran, serta para penulis buku yang dibedah itu.
Ikut juga Katim Ortala Kanwil H Zulfahmi SAg MH, dan jajaran Bidang Penaiszawa.[]












