Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat terus mendorong madrasah untuk mengembangkan program pembelajaran inovatif yang mampu meningkatkan kompetensi dan kepercayaan diri peserta didik. Salah satunya melalui pembukaan Kelas Bahasa Inggris Khusus di MTsS Harapan Bangsa (HBS) Meulaboh, yang berfokus pada penguatan kemampuan berbicara (speaking dan conversation).
Program tersebut menjadi salah satu upaya madrasah dalam membekali siswa dengan keterampilan berbahasa Inggris secara aktif, khususnya dalam percakapan sehari-hari. Pembelajaran dirancang agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga berani menggunakan Bahasa Inggris dalam komunikasi.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat, H Khairul Azhar SAg MA mendukung berbagai inisiatif madrasah dalam menghadirkan pembelajaran yang kreatif, relevan, dan berorientasi pada pengembangan potensi siswa.
Menurutnya, penguatan kompetensi bahasa asing merupakan bagian dari upaya mempersiapkan peserta didik agar memiliki keterampilan komunikasi yang bermanfaat dalam menghadapi perkembangan pendidikan dan tantangan global.
“Madrasah perlu terus menghadirkan inovasi pembelajaran yang mendorong siswa untuk aktif, percaya diri, dan berani mengembangkan potensi yang dimiliki. Penguasaan Bahasa Inggris menjadi salah satu keterampilan yang dapat mendukung prestasi dan pengembangan wawasan peserta didik,” ujar Khairul Azhar.
Guru pengajar Kelas Bahasa Inggris Khusus MTsS Harapan Bangsa, Gandis Sri Suci, menjelaskan bahwa program tersebut memprioritaskan kemampuan speaking atau percakapan.
Siswa diarahkan untuk aktif berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris melalui metode pembelajaran yang menyenangkan, termasuk permainan edukatif.
“Anak-anak harus aktif berbicara dan berani berbicara dengan menggunakan Bahasa Inggris. Metode yang diajarkan juga dengan sangat menyenangkan, yaitu dengan metode games,” ujar Gandis, Senin, 21 September 2026.
Salah satu permainan yang diterapkan adalah guess the word. Dalam kegiatan ini, siswa melakukan spelling atau mengeja kata, kemudian menebak kata yang dimaksud dan mengembangkannya menjadi percakapan sesuai tema yang diberikan.
Gandis menegaskan bahwa kemampuan percakapan menjadi tujuan utama pembelajaran, sehingga setiap siswa didorong untuk terlibat aktif dalam latihan berbicara.
Program tersebut diharapkan dapat membantu siswa meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris secara bertahap sekaligus menjadi bekal untuk mengikuti kompetisi dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Manfaat pembelajaran turut dirasakan oleh siswa MTsS Harapan Bangsa. Baby Trianda Amora, siswi kelas 8-A, mengungkapkan bahwa kelas tersebut membantunya lebih percaya diri dalam memahami dan menggunakan Bahasa Inggris.
“Sekarang saya bisa speaking, terus listening. Writing-nya juga bagus. Mudah dipahami,” ungkap Baby.












