MIN 1 Kota Subulussalam Jadi Madrasah Piloting Kurikulum Berbasis Cinta, Kakankemenag: Guru Mengajar untuk Mencari Ridha Allah

Nurleli Ramadhani S.I.Kom
Nurleli Ramadhani S.I.Kom
Author30 Juli 2026
MIN 1 Kota Subulussalam Jadi Madrasah Piloting Kurikulum Berbasis Cinta, Kakankemenag: Guru Mengajar untuk Mencari Ridha Allah
Rapat Kerja (Raker) Tahun Pelajaran 2026/2027 dan Launching Madrasah Piloting Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) MIN 1 Kota Subulussalam.

Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Subulussalam menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun Pelajaran 2026/2027 yang dirangkaikan dengan Launching Madrasah Piloting Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), Kamis, 30 Juli 2026, bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Subulussalam.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Subulussalam, Kasi Pendidikan Islam (Pendis), Pengawas Madrasah, Kepala MIN 1 Kota Subulussalam, serta seluruh dewan guru dan tenaga kependidikan MIN 1 Kota Subulussalam.

Dalam arahannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Subulussalam  H Munawar SE MSi menegaskan bahwa profesi guru merupakan amanah yang mulia sehingga harus dijalankan dengan penuh keikhlasan. Menurutnya, seorang guru hendaknya meluruskan niat dalam mendidik, yakni semata-mata mengharap ridha Allah SWT, bukan hanya berorientasi pada mencari nafkah.

"Jadilah guru yang mengajar dengan kasih sayang. Keikhlasan dalam mendidik akan melahirkan keberkahan, baik bagi guru maupun bagi peserta didik. Niat utama kita adalah mencari ridha Allah SWT, bukan semata-mata mencari nafkah," pesannya.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan Launching Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang menjadi salah satu program prioritas Kementerian Agama. Munawar menjelaskan bahwa kurikulum ini merupakan respons Menteri Agama terhadap meningkatnya krisis moral yang terjadi di tengah masyarakat. Melalui Kurikulum Berbasis Cinta, diharapkan proses pendidikan tidak hanya menghasilkan peserta didik yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia, sikap toleran, serta kepedulian terhadap sesama.

Ia juga menyampaikan bahwa implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di Kota Subulussalam telah lebih dahulu diluncurkan pada jenjang Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), sedangkan pada tahun pelajaran 2026/2027 mulai diterapkan di MIN 1 Kota Subulussalam sebagai madrasah piloting.

Lebih lanjut, Munawar mengingatkan bahwa guru merupakan sosok teladan yang akan selalu dicontoh oleh peserta didik. Oleh karena itu, setiap pendidik harus mampu menunjukkan sikap, perilaku, dan akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Selain menjadi teladan, guru juga dituntut untuk melaksanakan penilaian secara objektif dengan mempertimbangkan seluruh aspek perkembangan peserta didik, baik pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Penilaian yang adil akan mendorong tumbuhnya budaya belajar yang sehat dan berkualitas di lingkungan madrasah.

Mengakhiri arahannya, Kakankemenag mengajak seluruh guru untuk senantiasa menjaga akhlak mulia, mempererat hubungan yang harmonis, serta membangun kekompakan dalam bekerja sebagai sebuah tim. Menurutnya, sinergi antarguru merupakan modal penting dalam mewujudkan madrasah yang maju dan berprestasi.

Sementara itu, Kasi Pendidikan Islam Kementerian Agama Kota Subulussalam, Mustafa, menyampaikan sejumlah informasi terkait kebijakan terbaru di bidang pendataan guru dan tenaga kependidikan. Ia menjelaskan bahwa aplikasi Simpatika kini telah bertransformasi menjadi EMIS GTK sebagai sistem pendataan yang akan digunakan dalam pengelolaan administrasi guru dan tenaga kependidikan di lingkungan madrasah. []

FotograferHumas Kemenag Kota Subulussalam
Layanan
Tentang
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh adalah unit vertikal Kementerian Agama di provinsi dan membawahi beberapa kantor kementerian agama di kabupaten dan kota.
Alamat
Jalan Tgk. Abu Lam U No. 9 Banda Aceh 23242
Bimbingan Masyarakat
Islam Hindu Kristen Katolik Buddha
Lainnya
Media Sosial
© 2026 Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh
Oleh : Humas Kanwil Aceh