[Medan (2014)-Banda Aceh (2015) | Muhammad Yakub Yahya] KUA (Kantor Urusan Agama) Kecamatan Badar Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) sangat membutuhkan ‘sebaris’ pagar permanen. Layaknya sebuah pagar KUA lain, apalagi ia bersebelahan dengan KUA lain di kota kabupaten, Kecamatan Babussalam Agara itu.
Pagar kantor di kecamatan, yang butuh kurang dari 10 menit perjalanan dari Kankemenag (Pendopo Bupati) itu, penting dan mendesak, untuk pembatas tanah. Luas lahan kantor itu, sekitar 350 meter persegi, yang menghubungkan dengan tetangga dekatnya, di kiri-kanan dan belakang.
Sedangkan pagar di depan memang sudah ada, yang tetanggaan dengan jalan besar. “Sudah kami usul berkali-kali, tapi hingga akhir tahun, belum ada jawaban. Padahal bisa saja tanah itu bergeser, sebab di belakangnya itu paya yang jika kering, dilalui tetangga belakang,” kenang Drs Ahmad Saidi.
Pengamatan kami, bagian dari kru Santunan/admin web (di sela-sela penyerahan sertifikat Bimtek PAI 2014, pengambilan data Pengawas dan calonnya, dan pendataan calon siswa peserta USBNPAI 2015), air setinggi lebih 1 meter itu, memang dipenuhi semak dan pohon pinang yang patah.
“Jadi selain pagar, juga butuh timbunan,” jelas Pak Ahmad, di lintasan Jalan Kutacane-Blangkejren itu. Di depan kantor memang juga ada gubuk, yang dipinjammenumpangkan tetangga, yang juga ibu pekerja yang membantu bersi-bersih kantor.
Muhammad Zain (Pak Zein), Staf Seksi PHU di Kankemenag Agara, mengaku memang Drs Ahmad termasuk yang kepala yang tua, di antara lainnya, di jajaran sang kepala, mendukung selalu keinginan itu.
Kantor pun sudah nampak kusam. Selain sempit untuk ukuran KUA sekarang. “Maka data yang ditempel di dinding pun, belum ditambah, kesempitan dan tak muat,” tutupnya, sambil menemani Santunan ke ruang kerjanya.
[berita ini kami bikin dalam ‘perjalanan setahun kami’, dari Medan (2014) ke Banda Aceh (2015), malam tahun baru (Rabu-Kamis), dalam bus PT Perusahaan Motor Transport Ondernem Hasan alias PT PMTOH]
[foto: pak ahmad dan pak zein, di sebelah timur/belakang/samping lahan kantor, yang membutuhkan pagar itu]















