Upaya membangun budaya kerja yang bersih dan melayani terus diperkuat Kementerian Agama Kabupaten Bener Meriah. Melalui Seksi Pendidikan Islam (Pendis), Kemenag menggelar Sosialisasi dan Pendampingan Pengisian Lembar Kerja Evaluasi Zona Integritas (LKE ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Sabtu, 9 Mei 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) tersebut difokuskan kepada dua madrasah yang ditetapkan sebagai madrasah model Zona Integritas oleh Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI, yakni MTsN 3 dan MAN 3 Bener Meriah.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bener Meriah yang diwakili Kasi Pendidikan Islam, Dr Hj Mariani MPd saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa predikat WBK dan WBBM hanya dapat dicapai melalui perubahan pola pikir dan budaya kerja seluruh unsur madrasah.
Menurutnya, pembangunan Zona Integritas harus tercermin dalam pelayanan sehari-hari, mulai dari tata kelola administrasi hingga sikap melayani masyarakat.
“Madrasah model yang telah ditunjuk memikul tanggung jawab besar sebagai percontohan. Pengisian LKE ZI ini adalah komitmen kita untuk menciptakan pelayanan pendidikan yang transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik pungli maupun korupsi. Kita ingin memastikan bahwa setiap proses di madrasah benar-benar bersih dan melayani,” kata Mariani.
Untuk memperkuat kesiapan madrasah, kegiatan ini turut menghadirkan narasumber dari Kanwil Kemenag Provinsi Aceh, yakni M Najib ST selaku Koordinator ZI-WBK/WBBM Madrasah Bidang Penmad dan Riska Novilia SAg dari Bagian Organisasi dan Tata Laksana Kanwil Kemenag Aceh.
Dalam pendampingan tersebut, para peserta dibimbing memahami strategi pemenuhan enam area perubahan dalam Penilaian Mandiri Pembangunan Zona Integritas (PMPZI), mulai dari manajemen perubahan hingga penguatan kualitas pelayanan publik.
Seluruh guru dan tenaga kependidikan dari kedua madrasah tampak antusias mengikuti setiap sesi pendampingan sebagai bentuk kesiapan menghadapi tahapan evaluasi dari Tim Penilai Internal maupun Tim Penilai Nasional.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Bener Meriah berharap lahir madrasah yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga menjadi contoh birokrasi yang profesional, bersih, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.[]













