Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Aceh Tenggara menegaskan komitmennya mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui penguatan edukasi keluarga berbasis keagamaan.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala Kankemenag Aceh Tenggara, Nasruddin, saat menjadi narasumber pada Pertemuan Koordinasi dan Komitmen Stakeholder untuk Program Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), serta Kesehatan Reproduksi yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tenggara di Hotel Sartika, Rabu, 29 Juli 2026.
Menurut Nasruddin, upaya meningkatkan kualitas kesehatan ibu, anak, dan keluarga tidak dapat dibebankan hanya kepada sektor kesehatan. Diperlukan kolaborasi lintas sektor, termasuk keterlibatan Kemenag melalui Kantor Urusan Agama (KUA), penghulu, dan penyuluh agama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
"Kementerian Agama siap bersinergi dengan seluruh stakeholder dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat. Melalui penyuluh agama dan KUA, kami terus mendorong lahirnya keluarga yang sehat, berkualitas, serta memiliki kesadaran akan pentingnya gizi, kesehatan ibu dan anak, dan kesehatan reproduksi sebagai bagian dari upaya mewujudkan generasi yang unggul," ujarnya.
Ia menjelaskan, edukasi tersebut dilakukan sejak masa pranikah melalui layanan bimbingan perkawinan dan pembinaan keluarga. Pendekatan keagamaan dinilai menjadi media yang efektif untuk membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan ibu, memenuhi kebutuhan gizi keluarga, serta menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Pertemuan koordinasi tersebut menjadi wadah memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung berbagai program peningkatan gizi, kesehatan ibu dan anak, serta kesehatan reproduksi di Kabupaten Aceh Tenggara.
Kegiatan diikuti perwakilan puskesmas se-Kabupaten Aceh Tenggara, para camat, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), Tim Penggerak PKK Pokja IV, jajaran Dinas Kesehatan, Bimas Islam Kankemenag Aceh Tenggara, kepala KUA, serta perwakilan klinik kesehatan.
Melalui koordinasi ini diharapkan terbangun komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat layanan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat, sehingga upaya peningkatan kualitas kesehatan keluarga dapat berjalan lebih terpadu dan berkelanjutan demi terwujudnya sumber daya manusia yang sehatsejak masa pranikah, kehamilan, hingga tumbuh kembang anak.













