Simuelue (Inmas)---Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh menyalurkan bantuan Khusus untuk Pondok Pesantren Daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal (3T) Kabupaten Simeulue yang masing-masing diserahkan ke Ma'had Ashabil Qur'an dan Ponpes Nurul Magfirah dengan jumlah total Rp 610 juta.
Penyerahan tersebut dilakukan oleh Kakanwil Kemenag Aceh, Drs H M Daud Pakeh kepada kedua pimpinan Pondok Pesantren yang diserahkan secara simbolis di Ma'had Ashabil Qur'an di Desa Suak Buluh, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue, Jum'at (6/7/2018).
Penyaluran tersebut turut disaksikan Bupati Simeulue, Erli Hasyim, SH, S.Ag, M.I Kom.
Dari jumlah bantuan yang diserahkan, Ma'had Ashabil Qur'an menerima bantuan untuk pengembangan sarana dan prasarana Ma'had sebesar 460 juta, dan Ponpes Nurul Maghfirah menerima bantuan pembangunan asrama sebesar 150 juta.
Kakanwil dalam sambutannya mengatakan bantuan yang diserahkan bertujuan untuk pembangunan dan pengembangan lembaga dalam rangka membangun generasi yang lebih baik dan lebih unggul, serta memberikan memberikan layanan dan bantuan kepada umat.
Kakanwil mengungkapkan penyerahan bantuan juga dilakukan dengan berkoordinasi dan bersinergi dengan pemerintah daerah.
"Karena Bupatilah yang lebih tau mana yang berhak menerima bantuan tersebut, untuk itu kami selalu membangun sinergisitas dan komunikasi dengan pemerintah Simeulu," ungkapnya yang dalam waktu dekat sering berkunjung ke Bumi Simeulue Ate Fulawan sebagai daerah 3T yang membutuhkan perhatian semua pihak untuk pertumbuhan semua sektor, termasuk pendidikan bidang agama dan pendidikan.
Kakanwil juga mengatakan sejarah Aceh tidak lepas dari Pendidikan Dayah atau Pondok Pesantren, "Dulunya para orang tua kita belajar di pesantren-pesantren dan mondok disana, dan kemerdekan Indonesia juga banyak peran santri," jelas Kakanwil.
Selain itu, Presiden Joko Widodo juga telah mengeluarkan kebijakan adanya Hari Santri Nasional yang ditetapkan setiap tanggal 22 Oktober.
Kami juga berharap, dengan berkembangnya Ponpes maka semakin banyak yang membuka program tahfiz dan mampu melahirkan para hafiz dan hafizah, secara otomatis para penghafal Qur'an akan jauh dari maksiat, dan mereka dapat mengisi masjid-masjid untuk menjadi imam, masjid akan makmur dan akan melahirkan kemakmuran negeri.
Dikatakannya, kami mendukung Simeulue punya sebuah Ponpes yang representatif, kita perkuat dengan membawa guru-guru dari luar kesini, kita berpacu untuk menuju Simeulue lebih maju. Banyak anak-anak Simeulu yang cerdas yang membutuhkan perhatian semua pihak dan mereka mendapatkan pendidikan yang layak, baik di daerah maupun di luar daerah.
Bupati Simeulue mengatakan kedatangan Kakanwil Kemenag Aceh sebagai kehormatan bagi warga Simeulue.
"Sungguh kebahagiaan bagi kami. Karena Bapak memberikan perhatian khusus kepada Simeulue," ungkap Bupati.
Kepada yang mendapat bantuan, Bupati mengharapkan supaya dapat dimanfaatkan dengan baik. Sungguh momen ini adalah sebuah momen yang istimewa, tidak semua Ponpes mendapat keistimewaan ini, ungkap Bupati.
Bupati mewakili santri dan rakyat Simeulue mengucapkan terimakasih atas bantuan dari Kemenag Aceh.
"Terimakasih kepada Bapak Kakanwil, semoga kerjasama seperti ini dapat terus terjalin, semoga dapat terbangun silaturrahmi yang lebih kuat," ucapnya.
Demi mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dan jujur serta berdaya saing, maka pendidikan perlu mendapat perhatian sepenuhnya, tutup Erli Hasyim.
Pada kesempatan tersebut, dari arahan Kakanwil Kemenag Aceh, bahkan para pejabat dan para dermawan yang hadir berinisiasi untuk menyumbangkan dana secara spontan untuk perampungan pembangunan masjid di komplek Ponpes tersebut dan dana yang terkumpul mencapai 100 juta lebih. Pengumpulan dana tersebut dipimpin langsung oleh Bupati di lokasi kegiatan.
Kegiatan penyaluran bantuan tersebut dihadiri seluruh Forkopimda, SKPK, Para Kepala Lembaga, Instansi vertikal, tokoh agama dan tokoh masyarakat.[]











