Banda Aceh (Humas)---Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh Dr Iqbal S.Ag, M.Ag dan International Center for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS) membahas tentang ketahanan keluarga, Senin, 8 Februari 2021.
Dalam silaturrahmi yang digelar di ruang rapat Kakanwil tersebut, kedua pihak sepakat untuk membahas lebih jauh kerja sama dalam mempersiapkan keluarga yang sakinah.
"Kalau kita buat MoU mungkin kita akan dapat berbuat lebih banyak. Kami sangat setuju program seperti ini bisa dimaksimalkan apalagi ini untuk masa depan umat. Secara agama juga ini untuk investasi akhirat," kata Iqbal.
Iqbal mengatakan, Kementerian Agama memiliki sejumlah program guna mewujudkan keluarga yang sakinah, seperti bimbingan perkawinan dan kursus calon pengantin. Dalam dua program tersebut, para calon pengantin akan dibekali pengetahuan tentang bagaimana mewujudkan keluarga yang sakinah.
"Banyak perceraian diakibatkan karena ketidak pahaman dan pengetahuan mereka secara khusus untuk berkeluarga. Karenanya dalam Suscatin membahas materi tentang kesehatan, psikologi keluarga dan materi penguatan keluarga di bidang ekonomi," ujarnya.
Sementara itu, Penasehat Projek Keluarga dan Relasi Keluarga ICAIOS Prof Eka Sri Mulyani menilai Kemenag Aceh berperan dalam mewujudkan ketahanan keluarga dengan satuan kerjanya yang mencapai kecamatan dan desa.
Eka mengatakan, saat ini, ICAIOS telah menyelesaikan penelitian terkait ketahanan keluarga yang telah dirampungkan dalam sebuah buku dan video.
Oleh karenanya, kata Eka, diperlukan kerjasama antara ICAIOS dan Kanwil Kemenag Aceh guna merealisasikan hasil penelitian tersebut.
"Aceh harus menjadi contoh untuk nasional. Kami nilai Kemenag adalah lembaga yang tepat karena punya jaringan ke seluruh daerah," katanya.
Eka mengatakan, saat ini, psikologi keluarga juga telah dipengaruhi oleh kemajuan teknologi seiring dengan perkembangan zaman.
"Perangkat ilmu pengetahuan harus kita kembangkan, kalau dulu kita pedomannya orang tua kalau sekarang anak-anak baca di media sosial. Kalau tidak kita ambil alih itu bisa menyesatkan," ungkap Eka.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kabid Penaiszawa Kanwil Kemenag Aceh Drs Azhari, Direktur ICAIOS Dr Cut Dewi MT MSc.














