Kemenag Aceh Barat Dorong MAN 1 Aceh Barat Siapkan Kelas Kedinasan dan Internasional

Teuku Khairul Rizal, S.H.
Teuku Khairul Rizal, S.H.
Author06 September 2026
Kemenag Aceh Barat Dorong MAN 1 Aceh Barat Siapkan Kelas Kedinasan dan Internasional
Foto bersama setelah berdiskusi santai bertajuk Ngopi Bareng

Upaya meningkatkan daya saing lulusan madrasah terus mendapat perhatian Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat. Salah satu langkah yang didorong adalah pengembangan program unggulan di MAN 1 Aceh Barat melalui rencana pembentukan Kelas Kedinasan dan Kelas Internasional.

Gagasan tersebut mendapat dukungan Staf Ahli Menteri Agama Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Kementerian Agama Republik Indonesia, Dr H Faisal Ali Hasyim SE MSi CA CSEP. Dukungan itu disampaikan dalam diskusi santai bertajuk Ngopi Bareng bersama Kepala Kanwil Kemenag Aceh Drs H Azhari MSi, Rektor UIN Ar-Raniry Prof Dr Mujiburrahman MAg, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Aceh Barat H Khairul Azhar MA, Kepala Kemenag Kabupaten Bireuen Dr Zulkifli SAg MPd, serta sejumlah kepala madrasah di salah satu warung kopi di Banda Aceh, Sabtu, 25 Juli 2026.

Menurut Faisal Ali Hasyim, madrasah perlu terus melahirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan dan cita-cita peserta didik. Pengembangan kelas khusus, menurutnya, merupakan bagian dari upaya menghadirkan pola pendidikan yang lebih terarah dan kompetitif.

“Saya prinsipnya selalu mendorong kepala madrasah untuk terus mencari terobosan dan inovasi dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan. Kualitas itu tidak hanya dicapai melalui proses konvensional, tetapi harus dilakukan dengan cara-cara yang luar biasa,” ujar Faisal Ali Hasyim.

Ia menilai lulusan MAN memiliki peluang besar untuk melanjutkan pendidikan ke berbagai institusi unggulan, termasuk perguruan tinggi dan sekolah kedinasan seperti Akmil, Akpol, STAN maupun perguruan tinggi kedinasan lainnya.

Namun, peluang tersebut perlu dipersiapkan sejak peserta didik masih berada di madrasah. Seleksi sekolah kedinasan tidak hanya menuntut kemampuan akademik, tetapi juga kesiapan fisik dan jasmani.

Karena itu, keberadaan Kelas Kedinasan dinilai dapat menjadi sarana pembinaan yang lebih terstruktur bagi siswa yang memiliki cita-cita melanjutkan pendidikan melalui jalur kedinasan.

“Masuk sekolah kedinasan itu tidak mudah. Tidak hanya butuh pengetahuan akademik, tetapi juga kemampuan jasmani. Dengan adanya kelas kedinasan, anak-anak dipersiapkan sejak dini, bukan sekadar persiapan mendadak menjelang tes,” tegasnya.

Selain program kedinasan, rencana pengembangan Kelas Internasional di MAN 1 Aceh Barat juga mendapat apresiasi. Program tersebut diarahkan untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang mengacu pada standar global, termasuk melalui penerapan kurikulum seperti Cambridge.

Faisal menilai langkah tersebut dapat memperluas kesempatan peserta didik madrasah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, termasuk melalui peluang beasiswa internasional, di antaranya Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama maupun program LPDP.

Meski demikian, ia mengingatkan agar pengembangan kelas khusus tetap berorientasi pada mutu. Madrasah tidak semestinya hanya berfokus pada jumlah peserta didik, tetapi harus memastikan program yang dibangun benar-benar menghasilkan capaian yang berkualitas.

“Lebih baik jumlah siswanya sedikit tetapi persentase kelulusan dan kualitasnya tinggi, daripada membuka kuota besar namun banyak yang gagal. Ukuran keberhasilan program itu ada pada persentase capaian kualitasnya,” pesan Faisal.

Ia juga mendorong madrasah di berbagai wilayah untuk tidak ragu belajar dari madrasah lain yang telah berhasil mengembangkan program unggulan. Model yang dinilai baik dapat direplikasi atau dijadikan benchmark sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing daerah.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat H Khairul Azhar MA menyatakan pihaknya mendukung langkah MAN 1 Aceh Barat dalam mengembangkan program pendidikan yang inovatif dan berorientasi pada peningkatan kualitas lulusan.

Menurutnya, Kelas Kedinasan dan Kelas Internasional merupakan bagian dari ikhtiar madrasah untuk memberikan lebih banyak pilihan dan peluang kepada peserta didik dalam menentukan masa depan pendidikan mereka.

“Kami siap mendukung penuh setiap program yang bertujuan meningkatkan kualitas madrasah. Harapannya, MAN 1 Aceh Barat dapat melahirkan lulusan yang mampu menembus sekolah kedinasan, perguruan tinggi terbaik, hingga memperoleh kesempatan melanjutkan studi ke luar negeri melalui berbagai program beasiswa,” ujar Khairul Azhar.

Khairul menegaskan, penguatan program unggulan tersebut sejalan dengan semangat transformasi pendidikan madrasah yang terus didorong Kementerian Agama.

Melalui pengembangan kelas yang memiliki orientasi khusus, MAN 1 Aceh Barat diharapkan mampu memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus mempersiapkan peserta didik menghadapi persaingan pendidikan yang semakin luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.[]

Layanan
Tentang
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh adalah unit vertikal Kementerian Agama di provinsi dan membawahi beberapa kantor kementerian agama di kabupaten dan kota.
Alamat
Jalan Tgk. Abu Lam U No. 9 Banda Aceh 23242
Bimbingan Masyarakat
Islam Hindu Kristen Katolik Buddha
Lainnya
Media Sosial
© 2026 Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh
Oleh : Humas Kanwil Aceh