Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat Daya mulai memperkuat implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) melalui penetapan madrasah piloting. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Kemenag Abdya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran, tetapi juga penguatan karakter dan nilai-nilai cinta dalam kehidupan madrasah.
Komitmen tersebut ditandai melalui Launching Piloting Madrasah Implementasi KBC, yang dirangkaikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepada MTsN 2 Aceh Barat Daya dan MIN 8 Aceh Barat Daya serta penandatanganan pakta integrita yang berlangsung di MTsN 2 Aceh Barat Daya. Rabu , 09 September 2026.
Kepala Kantor Kemenag Abdya, Dr H Marwan Z SAg MM, mengatakan penetapan madrasah piloting merupakan langkah awal untuk mendorong penerapan KBC secara lebih terarah di lingkungan madrasah.
“Madrasah yang ditetapkan sebagai piloting ini kita harapkan menjadi contoh penerapan KBC. Namun bukan berarti madrasah yang belum ditetapkan sebagai piloting mengabaikan KBC,” ujarnya.
Ia menegaskan, implementasi KBC membutuhkan komitmen seluruh unsur madrasah. Guru dan tenaga kependidikan harus terlibat dalam memastikan nilai-nilai panca cinta tidak berhenti sebagai konsep, tetapi benar-benar diterapkan dalam keseharian.
Marwan juga mengingatkan bahwa pakta integritas yang ditandatangani bukan sekadar formalitas. Komitmen tersebut harus dibuktikan melalui penerapan nyata di lingkungan madrasah.
“Tidak hanya sekadar menandatangani pakta integritas. Kita semua harus terlibat. Dalami isi KBC dan terapkan dalam lingkungan madrasah masing-masing. Kemenag juga akan terus memantau implementasinya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala MTsN 2 Aceh Barat Daya, Jemizan SPdI MPd, menyampaikan bahwa KBC menjadi bagian penting dalam penguatan karakter peserta didik. Pengawas Madrasah, Yulisman, SAg juga menyebut penetapan piloting sebagai langkah awal untuk membangun karakter melalui nilai-nilai yang ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui program piloting ini, Kemenag Abdya mendorong penerapan KBC menjadi bagian dari budaya madrasah secara berkelanjutan, sebagai ikhtiar bersama mewujudkan madrasah yang hebat dan bermartabat.
Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Kasubbag Kankemenag Abdya, dan seluruh guru pada lingkungan tersebut.












