Sebanyak 484 siswa madrasah di Kabupaten Aceh Besar mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 yang berlangsung pada 7-9 September 2026, di tiga titik lokasi ujian.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar H Saifuddin SE mengatakan pelaksanaan OMI selama tiga hari berjalan lancar. Para peserta mengikuti rangkaian ujian sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Alhamdulillah, dalam tiga hari pelaksanaan OMI ini berjalan lancar. Anak-anak mengikuti dengan baik, semoga mendapatkan hasil terbaik,” ujar Saifuddin.
Hal itu disampaikan Yahwa--sapaan akrabnya, saat memantau pelaksaan OMI 2026 di MTsN 3 Aceh Besar. Turut hadir Kasi Pendidikan Madrasah H Suryadi SAg MPd, dan Kasi Pendidikan Agama Islam Muhammad SPd.
Dari 484 peserta, sebanyak 228 siswa berasal dari jenjang Madrasah Aliyah (MA), 118 siswa dari Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 138 siswa dari Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Ujian OMI 2026 di Aceh Besar dilaksanakan di tiga lokasi, yakni MAN 1 Aceh Besar di Samahani, Kompleks Madrasah Terpadu Tungkop yang mencakup MTsN 2 dan MIN 20, serta MTsN 3 Aceh Besar di Lhoknga.
OMI 2026 merupakan ajang kompetisi sains dan riset tingkat nasional yang digelar Kementerian Agama RI. Kompetisi ini diikuti siswa madrasah dan sekolah umum sebagai wadah untuk pengembangan kemampuan akademik sekaligus kemampuan riset.
Bidang yang diperlombakan mencakup sains, antara lain matematika, kimia, ekonomi, dan geografi. Selain itu, terdapat bidang riset yang meliputi ekoteologi, Sustainable Development Goals (SDGs), serta transformasi digital.
"Untuk OMI Riset, dari Aceh Besar sudah ada dua tim yang masuk top 30 besar nasional, yaitu MTsN 1 Aceh Besar dan Dayah Darul Ihsan. Sekarang lagi mempersiapkan proposal risetnya," ujar Yahwa.
Yahwa menyebut pelaksanaan OMI tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan siswa berprestasi di bidang akademik. Kompetisi ini juga bertujuan mengembangkan potensi peserta didik di bidang sains dan riset, sekaligus membangun budaya kompetisi yang sehat, kreatif, dan sportif.
Melalui OMI, Kementerian Agama juga mendorong integrasi ilmu pengetahuan dan teknologi dengan nilai-nilai keislaman.
"Kita berharap kompetisi dapat melahirkan generasi muda yang memiliki kemampuan akademik, daya saing, dan kepedulian terhadap tantangan pembangunan," ujarnya.












