Aceh Besar, Humas - Kasubdit Kurikulum dan Evaluasi (Kurev) Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Direktorat Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam (Pendis) Kementrian Agama RI Dr. Suwardi, M.Pd melakukan Pembinaan ASN dan sosialiasi KMA 437 pada Guru dan ASN madrasah terpadu Tungkop, Sabtu, 7 Januari 2023.
Turut hadir Kasi Kurikulum dan Kesiswaan Penmad kanwil kemenag Aceh Drs H Nasruddin, M.Ag , kasi Penmad Kemanag Aceh Besar Suryadi, S.Ag, Kasi PAI Kemenag Sabang Nuranifah, S Ag, M.Pd, Kepala MAN 4 Aceh Besar Muhammad, S.Pd, Kepala MTsN 2 Aceh Besar Sudirman, S.Ag, Kepala MIN 20 Aceh Besar Adriah, S.Ag.,MA.
Suwardi mengajak seluruh guru untuk terus melakukan inovasi dalam pembelajaran agar melahirkan peserta didik yang kreatif dan berprestasi. Selain itu guru sebagai ASN dituntut untuk terus disiplin dan menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat.
Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam, di mana pembelajarannya akan lebih maksimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep serta memperkuat kompetensi. Dengan kurikulum ini, dapat membantu guru untuk memilih berbagai perangkat ajar untuk menyesuaikan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.
“Karakteristik utama dari kurikulum Merdeka adalah Pembelajaran berbasis projek untuk pengembangan soft skills dan karakter sesuai profil pelajar Pancasila” ucap Suwardi.
Sebagai madrasah terpadu banyak hal yang dapat dilakukan, menurutnya madrasah terpadu tungkop menjadi satu-satunya yang ada di Indonesia, dan ini merupakan ke unikan, karena terpadunya berada dalam satu komplek, satu pagar dan satu pintu masuk.
“Dengan keunikan tersubut jadikanlah kekuatan untuk terus maju, lakukanlah lebih awal sebelum orang lain melakukannya, dan terus berbuat untuk menjadikan madrasah mandiri berprestasi” tutur Suwardi.
Suwardi juga berharap untuk terus membuat program terpadu antara MIN, MTsN, dan MAN. Dapat dilakukan dalam bentuk program pembinaan siswa berjenjang, misalnya program tahfiz yang memiliki target dari MIN sampai MAN. Melakukan kolaborasi pembinaan bakat siswa dengan saling bertukar guru, penguatan bidang riset dan pengembangan bakat lainnya.













