[Banda Aceh | Yakub] Pakailah kacamata supaya tidak salah membaca, dan benar menilai orang. Demikian isyarat petugas optik siang itu. Jika memang rabun atau nyaris kabur, kenakanlah kacamata, di samping terapi lainnya.
Sebagian karyawan di Kementerian Agama memang ada yang telah lama berkacamata. Baik bagi jajaran yang baru memakai, maupun yang sudah lama kenakan kacamata, kedatangan tim medis mata, dari optikal, memang cukup membantu.
Seperti dalam beberapa hari ini, sejumlah 'dokter mata' Fakultas Kedokteran Unsyiah, adakan pengecekan di mushalla Kanwil Al-Ihklash. Bagi 'pasien' baru, atau yang memperpanjang kacamata, ikut layanannya.
Memanfaatkan jam istirahat, sebagian karyawati bersedia dilayani 'tim kacamata' dari beberapa optik Banda Aceh, yang bermitra dengan PT Askes Banda Aceh.
Sebagian jajaran lain mau mencoba, kerena tuntutan si bola mata, atau saraf mata. Sebelum pengadaan kacamata, jenis kabur pun perlu diketahui, mungkin plus atau minus.
"Pengecakan mata di RS Meuraxa. Nanti klaim ke PT Askes pun dibantu dokter mata itu dengan RS Meuraxa. Mereka sedang koas di RS di Mibo, Banda Raya itu," jelas peserta, satu dari beberapa karyawati Kanwil Kemenag itu.
Untuk kelengkapan pun mudah, selain kartu Askes/BPJS, KK, KTP dan surat lainnya, yang sudah ada di berkas ASN. "Banyak mudahnya, selain dibantu sebagian dana oleh dokter, sebagian oleh Askes, juga tidak ada antrian ke rumah sakit dan Askes," tutup peserta, sambil mengeja dengan alat yang dibawa dokter. []















