[Jambi | Muhammad Yakub Yahya] Menyahuti tuntutan baca kitab (qiraatul kutub) di masa depan, dinilai perlu dirancang dan dilaksanakannya lomba (musabaqah) untuk membaca dan memahaminya, di even lokal (provinsi saja).
Untuk tahun depan, dalam hal ini Kakanwil Kemenag Provinsi Aceh Drs H Ibnu Sa’dan MPd, mengajak jajarannya, sudah bisa menformat perlombaan baca kitab gundul antar dayah.
“Jika selama ini, yang dominan anak didik di dayah modern dan terpadu, maka ke depan bagaimana merata juga lomba untuk dayah salafi. Tidak hanya di kabupaten tertentu, tapi juga menyeluruh seluruh Aceh,” ajak Kakanwil saat meninjau posko kafilah.
Saat mewawancarai peserta, Kakanwil bisa mengetahui banyak peserta dari Banda Aceh, Aceh Besar, Bireuen, dan Aceh Selatan. “Padahal kalau debat misalnya, Dayah Lamno nomor satu, tapi tidak ikut even seperti ini,” jelasnya.
Memang banyak santri yang bisa diajak ke even nasional seperti baca kitab kuning, tapi kadang persyaratan umur dan pendampingan yang bermasalah.
Saat meninjau lokasi pemondokan Kafilah Aceh di MTsN Olak Kemang Kota Jambi, Kakanwil didampingi Kabag TU, Kabid PD Pontren, Kasubbag Inmas dan para Kasi. Usai itu rombongan menuju MAN Insan Cendekia Muaro Jambi. [inmas]











