Idi (irfan) -- Dalam rangka mempererat hubungan antara Dayah Salafi dengan Kementerian Agama Kabupaten Aceh Timur, khususnya Seksi Pondok Pesantren (Pontren), tiga dayah yang tergabung dalam program Dayah Muadalah menggelar acara syukuran paska terbitnya surat yang menetapkan keberadaan Dayah Muadalah dibarengi dengan acara temu pisah sekaligus silaturrahmi dengan Kasi Pontren yang baru, T.Zulfikar S.Sos.I,M.Pd.
Sebagaimana diketahui Kasi Pontren sebelumnya dijabat Abi Faisal,S.Ag,kini Faisal telah dipindahtugaskan pada Seksi Pendidikan Agama Islam (PAI) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Timur.
Acara tersebut dilaksanakan disalah satu warung kopi ternama di Idi Rayeuk pada kamis 02 Februari 2023 dan sepenuhnya difasilitasi oleh tiga dayah yang sudah ditetapkan sebagai Dayah Muadalah yakni Dayah Darussa’adah Cabang Idi (Pimpinan Tgk H Saiful Anwar/Akhon Darussa’adah). Dayah Istiqamatuddin Darul Ulum Gaseh Sayang (Pimpinan Tgk Jamaluddin/Abon Gaseh Sayang). Selanjutnya, Nurul Hidayah Seuneubok Aceh Idi Cut (Pimpinan Tgk Marzuki atau Abati Seuneubok Aceh).

Hadir dalam acara yang digelar secara meriah tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Timur H.Salamina,S.Ag,MA, Kasubbag TU Fadli S.Ag,M.Si,Kasi PAI Faisal S.Ag, Kasi PD Pontren T.Zulfikar S.Sos.I M.Pd, Kasi Penmad Saiful Bahri S.Pd,M.Pd, Pimpinan Dayah Muadalah, Perwakilan Pimpinan Dayah Wilayah Idi, dan Perwakilah Dewan guru Dayah Darussa’adah Cabang Idi, Dayah Istiqamatuddin Darul Ulum Gaseh Sayang dan Nurul Hidayah Seuneubok Aceh Idi Cut.
Pimpinan Dayah Darussa’adah Cabang Idi, Tgk H Saiful Anwar atau yang akrab disapa Akhon dalam sambutannya mengapresiasi kinerja Kemenag Aceh Timur khsususnya Faisal, S.Ag selaku Kasi Pontren terdahulu yang telah berupaya untuk menghadirkan program muadalah bagi dayah-dayah yang ada di Aceh Timur.
“Kami selalu memperhatikan dan mengikuti perkembangan dayah terpadu atau dayah modern yang sudah ada. Tapi hati kami belum tergerak untuk menduplikasi sistem ini ke Sayah Salafi," imbuhnya.
"Namun kini hadir Program Muadalah yang lebih sesuai untuk dikembangkan di Dayah Salafi. Dan kami sangat tertarik dan berbangga hati dapat berbuat lebih banyak bagi Dayah Salafi. Karena pada akhirnya dayah dengan Program Muadalah alumninya tidak akan kalah saing dengan alumni lainnya,” papar Akhon.

Sementara itu Kakan Kemenag Aceh Timur mengatakan, Satuan Pendidikan Mu’adalah adalah program pendidikan resmi setelah terbitnya Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 18 Tahun 2014 disamakan dengan Pendidikan Madrasah Tsanawiyah dan ‘Aliyah yang berada di bawah Direktorat Madrasah dan Pendidikan Agama Islam Kementrian Agama.
H.Salamina meyebutkan Program Muadalah tidak menutupkan hak-hak Dayah Salafi bahkan lulusan Satuan Pendidikan Mu’adalah akan mendapatkan ijazah yang bisa digunakan untuk melanjutkan ke jenjang lebih tinggi dan juga Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta.
Dalam program Satuan Pendidikan Mu’adalah ini pesantren diberikan kewenangan dan keleluasaan dalam mengatur kurikulum dan sistem pendidikan dan berbeda dengan pesantren terpadu atau pun pesantren moderen.
"Artinya pesantren dapat secara mandiri merancang pengembangan kompetensi santrinya dengan tetap mendapat ijazah yang diakui oleh negara," cetus H.Salamina.[yyy]












