Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Timur, Saiful Bahri SPdI MPd, mengapresiasi pelaksanaan lomba menulis cerpen bertema budaya lokal yang diselenggarakan Perpustakaan Royal 'Ilmi MAN 1 Aceh Timur, 17 September 2026.
Apresiasi tersebut disampaikan Saiful Bahri saat menghadiri kegiatan sekaligus menyerahkan sertifikat dan hadiah kepada para pemenang lomba menulis cerpen budaya lokal antarkelas yang dilaksanakan secara daring (online).
Dalam sambutannya, Saiful Bahri berharap kegiatan literasi seperti lomba menulis cerpen dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi wadah bagi siswa untuk menuangkan kreativitas, tetapi juga dapat mendorong kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal.
“Saya mengapresiasi kegiatan ini. Mudah-mudahan lomba seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan budaya literasi siswa," ujar Saiful.
Ia juga mengajak para siswa untuk terus meningkatkan minat membaca dan menulis. Menurutnya, kemampuan literasi menjadi salah satu bekal penting bagi siswa dalam menghadapi perkembangan dan tantangan di masa mendatang.
"Teruslah giat dalam berliterasi. Dengan membaca dan menulis, wawasan akan semakin luas dan kemampuan kita akan terus berkembang untuk menghadapi masa depan,"pesannya.
Lomba menulis cerpen budaya lokal tersebut merupakan program yang dilaksanakan oleh Perpustakaan Royal 'Ilmi MAN 1 Aceh Timur. Kegiatan berlangsung sejak 22 Agustus hingga 10 September 2026 dan diikuti sebanyak 80 siswa dari kelas X dan XI.
Dari hasil perlombaan, juara pertama diraih Amelia Velisya dari kelas X.1, juara kedua Syarifah Naila Safira dari kelas X.2, dan juara ketiga Putri Nabila dari kelas X.1.
Masing-masing pemenang memperoleh sertifikat penghargaan dan hadiah. Hadiah juara pertama diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Timur, Saiful Bahri. Juara kedua diserahkan oleh Kepala MAN 1 Aceh Timur, sedangkan hadiah juara ketiga diserahkan oleh Kepala Perpustakaan MAN 1 Aceh Timur.
Pelaksanaan lomba ini menjadi salah satu bentuk nyata upaya madrasah dalam menumbuhkan budaya literasi sekaligus memberikan ruang bagi siswa untuk mengenal, menggali, dan mengabadikan kekayaan budaya lokal melalui karya tulis.[]













