Delegasi Indonesia, khususnya perwakilan madrasah jajaran Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar, menorehkan sejarah dalam Konferensi Internasional International Women's Peace Group (IWPG) yang digelar di Republik Korea, 16–18 September 2026.
Kepala MIN 27 Aceh Besar, Naswati Muawiah SPd secara resmi melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) dengan IWPG terkait implementasi Pendidikan Perdamaian di madrasah.
Konferensi yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti oleh perwakilan dari lebih dari 50 negara yang hadir langsung. Sementara itu, jaringan kemitraan IWPG telah tersebar di lebih dari 123 negara.
Penandatanganan MOU tersebut menjadi bukti nyata komitmen madrasah di Indonesia untuk menjadi bagian dari gerakan perdamaian dunia. Melalui kerja sama ini, MIN 27 Aceh Besar akan menjadi salah satu pelopor madrasah yang menerapkan kurikulum pendidikan perdamaian berbasis IWPG di Indonesia.
"Ini bukan sekadar tanda tangan, tapi ini adalah janji untuk anak-anak kita. Bahwa MIN 27 Aceh Besar siap menjadi laboratorium perdamaian. Kita akan mengajarkan kepada siswa bahwa Islam adalah rahmatan lil 'alamin, yang cinta damai, toleran, dan anti kekerasan. Ilmu yang saya bawa dari Korea ini akan saya tularkan untuk guru dan siswa di Aceh Besar," ujar Naswati dengan penuh haru usai penandatanganan MOU.
Pada kesempatan yang sama, delegasi Indonesia lainnya juga turut melakukan penandatanganan MOU. Dari Indonesia hadir perwakilan dari Sampit, Bali, Jakarta, dan Palangkaraya.
Khusus dari Aceh, hadir tiga srikandi perdamaian lainnya yang juga melakukan MOU, yaitu Ibu Gustina (Perwakilan IWPG Aceh), Ibu Riswati (Flower Aceh), dan Ibu Asraf (Aisyiyah Aceh). Kehadiran mereka menunjukkan peran besar perempuan Aceh dalam gerakan perdamaian dunia.
Kerja sama tersebut meliputi program pelatihan guru tentang pendidikan perdamaian, pertukaran budaya, serta penguatan program Duta Damai di lingkungan madrasah dan organisasi perempuan.
Langkah ini diharapkan menjadi inspirasi bahwa madrasah di ujung barat Indonesia pun mampu melangkah ke panggung dunia dan mengambil bagian dalam upaya membangun perdamaian.












