Sepuluh tim riset dari madrasah di Aceh berhasil masuk Top 30 Finalis proposal Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Bidang Riset Tahun 2026,. Capaian ini menjadi langkah awal bagi tim-tim tersebut untuk melanjutkan penelitian dan bersaing menuju grand final tingkat nasional.
Sepuluh tim itu berasal dari MAN 2 Banda Aceh, MAN 1 Banda Aceh, MTsN 1 Banda Aceh, MTsN 1 Aceh Besar, MAS Darul Ihsan Aceh Besar, MTsN 3 Aceh Tengah, MAN 1 Bener Meriah, MTsN 1 Langsa, MAN Kota Lhokseumawe, dan MTsS Al-Muslimun Aceh Utara.
Mereka berhasil melewati seleksi proposal yang dilakukan secara daring dan masuk dalam jajaran 30 proposal terbaik pada ruang lingkup dan jenjang masing-masing. Setelah tahapan presentasi proposal, para peserta selanjutnya mengikuti pembimbingan dan pelaksanaan riset hingga Oktober 2026.
Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Khairul Azhar, mengapresiasi capaian tersebut dan berharap kesempatan ini dimanfaatkan peserta untuk mengembangkan gagasan menjadi penelitian yang kuat.
“Masuk Top 30 finalis, merupakan capaian yang membanggakan, tetapi perjalanan mereka masih panjang. Yang terpenting sekarang bagaimana proposal itu dikembangkan menjadi riset yang baik, dengan pendampingan guru dan proses penelitian yang sungguh-sungguh,” kata Khairul Azhar, Kamis, 17 September 2026.
Ia mengatakan, semakin banyaknya tim madrasah Aceh yang mampu menembus tahapan nasional menunjukkan potensi riset peserta didik di Aceh terus berkembang. Menurutnya, pengalaman mengikuti kompetisi riset juga penting untuk membangun budaya ilmiah di lingkungan madrasah.
“Target kita bukan hanya tampil di kompetisi, tetapi membangun budaya riset di madrasah. Anak-anak belajar melihat persoalan di sekitarnya, mengolahnya menjadi gagasan, mencari data, lalu menghadirkan solusi melalui pendekatan ilmiah,” ujarnya.
OMI Riset 2026 merupakan kompetisi penelitian ilmiah bagi peserta didik jenjang MTs dan MA yang diselenggarakan Kementerian Agama RI. Tahun ini, penelitian peserta berada dalam tiga ruang lingkup, yakni Ekoteologi: Integrasi Keislaman dan Keilmuan, Sustainable Development Goals (SDGs), serta Transformasi Digital untuk Pembangunan Nasional.
Dalam skema kompetisi, 30 proposal terbaik pada masing-masing ruang lingkup dan jenjang melanjutkan ke tahap pembimbingan dan pelaksanaan riset. Selanjutnya, peserta mempresentasikan hasil penelitiannya sebelum ditetapkan enam tim terbaik pada setiap ruang lingkup dan jenjang sebagai grand finalis.
Tahap Final dan Expo OMI Riset 2026 dijadwalkan berlangsung pada 10–12 November 2026. Pada tahap tersebut, grand finalis akan memperebutkan medali serta penghargaan khusus.
Bagi Aceh, capaian tahun ini menjadi kelanjutan dari prestasi pada OMI Riset 2025. Pada kompetisi nasional tahun lalu, tiga madrasah dari Aceh berhasil mencapai grand final dan membawa pulang medali. MA Insan Qurani Aneuk Batee meraih medali perak pada kategori Integrasi Keislaman dan Keilmuan (Ekoteologi), sementara MAN 3 Aceh Besar meraih perunggu pada kategori yang sama. MTs Al-Muslimun Aceh Utara juga meraih medali perunggu pada kategori Transformasi Digital untuk Pembangunan Nasional.
Tahun ini, jumlah tim dari Aceh yang menembus Top 30 bertambah menjadi sepuluh. Khairul Azhar berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi madrasah lain di Aceh untuk terus membina kemampuan riset siswa.
“Prestasi tahun lalu menjadi pengalaman sekaligus motivasi. Tahun ini kita memiliki lebih banyak tim yang masuk Top 30. Mudah-mudahan proses pembimbingan dan risetnya berjalan baik sehingga semakin banyak tim Aceh yang bisa melanjutkan ke grand final,” katanya.[]











