[Idi | Jamaluddin] Akibat hujan yang tidak kunjung berhenti sejak beberapa hari terakhir, Sedikitnya 117 siswa dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kemuning di kecamatan Julok, Aceh Timur, hingga Selasa (23/12), batal menggelar aktifitas belajar dan mengajar mereka.Banjir yang menggenangi madrasah tersebut membuat seluruh ruangan tak berfungsi dan bahkan ribuan buku rusak berat akibat terendam banjir setinggi lebih dari 1 meter.
Aktifitas belajar siswa berubah jadi wahana bersih-bersih madrasah yang terendam air dan lumpur. Siswa yang harusnya belajar terpaksa ikut membantu para guru untuk mengangkat alat-alat kantor serta ribuan buku yang rusak itu. “Kelasnya tidak bisa digunakan, pada kerendam semua,” kata Muslim, salah seorang siswa yang rumahnya berdekatan dengan madrasah.
Akibat banjir yang melanda madrasah tersebut, aktifitas belajar terpaksa diliburkan, bahkan para siswa banyak yang tidak hadir ke madrasah dikarenakan akses jalan yang tidak bisa dilalui, hanya para guru dan beberapa siswa yang rumahnya berdekatan dengan madrasah datang untuk membersihkan atau menyelamatkan buku-buku pelajaran yang teredam banjir.
Kepala MI Kemuning Asmarni, S.P.I mengungkapkan, hujan yang tidak kunjung berhenti sejak Selasa (16/12) lalu terus mengguyuri area halaman madrasah. Akibatnya, hampir seluruh kelas terendam dan belajar pun dihentikan sementara. “Banjir juga disebabkan buangan air dari jalan,” jelasnya. [x]












