[Blangpidie | Adihar/Badrul/Yakub] Bertepatan dengan Hari Kartini, tepatnya hari Selasa tanggal 21 April 2015, pukul 09.45 WIB. Pagi yang cerah diselimuti awan, pertanda hujan akan turun.
Suara gendang Rapai Geleng Al-MunawwarahMAN Blangpidie di bawah asuhan Bapak Zulkifli SPd, Waka Kesiswaan yang di-syehi oleh Teguh Khairullah, petanda acara perpisahan sekaligus silaturrahmi dengan seluruh wali murid kelas XII dimulai, yang berjumlah 174 orang.
Turut hadir pada acara ini Bapak Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Aceh Barat Daya, dalam hal ini diwakili Bapak Jakfaruddin Ali Akbar MA, Peny. Syariah. Berhubung Bapak Kepala Kantor pada hari ini juga ada tamu dari Kanwil Kemenag Provinsi Aceh dalam rangka penilaian KUA Teladan dan Keluarga Sakinah Tahun 2015. Jadi beliau menitip salam untuk kita semua yang hadir di sini
Kami menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan ini semoga MAN Blangpidie semakin hari semakin maju terus, demikian arahan dari Bapak Penyelenggara.
Juga hadir Bapak Komite Madrasah dan Bapak Ibu Pengawas Tingkat Menengah juga tamu dari Madrasah tetangga bersama Pembina dan Anggota Osim-nya.
Serangkaian acara kegiatan diawali pembacaan Ayat suci Alquran oleh M Febianda Siswa kelas XI IPS2 yang merupakan salah seorang peserta juara MTQ Tingkat Kabupaten Aceh Barat Daya.
Kegiatan ini dilaksanakan di lapangan upacara seluruh wali murid dalam arahannya kepala MAN Blangpidie Bapak Adihar SPdI MA mengatakan, “Bapak hanya dapat mengucapkan selamat jalan anak ku, selamat meniti masa depan melalui lembaga pendidikan yang lebih tinggi. Semoga keberhasilan selalu diberikan oleh Allah kepada Kalian semua.”
Dilanjutkan, “Jika Bapak boleh mengumpamakan kehidupan ini sebagai sebuah perjalanan, maka Bapak ingatkan, jangan terlalu sering menoleh ke belakang, sesering kalian menoleh ke belakang sesering itu pula kerja kerasmu menggapai cita-cita terganggu, energimu akan terbuang sia-sia. Bolehlah sesekali saja kalian menoleh ke belakang, kalian boleh menoleh ke belakang untuk sekedar mengenang di mana kalian pernah berada, (ooh aku pernah studi di MAN Negeri Blangpidie).”
Lanjutnya, “Kali lain jika kalian ingin menoleh ke belakang, tentu harus dengan paradigma yang berbeda, bukan lagi di mana aku pernah berada, tetapi di manakah mungkin aku bisa berada, mungkinkah suatu saat aku bisa berada lagi di MAN ini tentu dalam posisi dan kapasitas yang berbeda dengan sekarang, misalnya sebagai karyawan, guru, bahkan kepala madrasah MAN ini sekalipun.”
“Mungkinkah aku bisa berada di kantor Polisi sebagai Kapolsek, bukan sebagai tahanan Polisi, mungkinkan aku bisa berada di Kantor Camat sebagai Camat, bukan hanya sebagai orang yang sedang mengurus KTP, mungkinkah aku berada di Kantor BRI sebagai pimpinan, bukan sebagai nasabah yang sedang pinjam uang, dan sebagainya. Ingatlah tidak ada masa depan di masa lampau,” katanya berandai-andai.
“Kami keluarga besar MAN Blangpidie mohon maaf apabila selama ini kurang dapat memberikan pelayanan yang memuaskan kepada kalian,” pintanya.
Sekali lagi, Bapak hanya dapat mengucapkan, “Maafkanlah kami semua. Khususnya anak-anakku kelas XII. Ingat hari ini adalah ladang untuk itu manfaatkan bercocok tanam sebanyak mungkin, dan hari kemudian adalah saatnya menikmati hasil panen.”
“Jangan pernah bermimpi menuai hasil panenan, jika tidak pernah menanam. Ingatlah!!!, apabila hari ini kalian terlalu lunak menata kehidupan, di hari tua kalian akan ditindas, dihimpit, dan dilindas oleh kerasnya kehidupan.”
“Namun sebaliknya apabila hari ini kalian kerja keras penuh disiplin dalam menata kehidupan, insya Allah ke depan kerasnya kehidupan akan takluk dan lunak di hadapanmu demikian amanat dari bapak kepala madrasah,” tamsilnya.
Di bawah gerimisnya hujan, suasana agak sedikit hening tatkala salah seorang perwakilan kelas XII menyampaikan kata terakhirnya buat adik-adiknya kelas X dan XI juga teristimewa untuk guru-gurunya yang sudah membimbing dan mendidiknya tampa kenal lelah hujan dan panas bahkan lebih kurang 3 tahun 36 bulan atau 1.068 hari lamanya.
“Begitu singkat kebersamaan kita dalam berjuang mencari ilmu, penuh warna, penuh cerita yang pastinya akan sulit untuk dilupakan, air mata kebahagian maupun kedukaan yang kita jalani bersama penuh kenangan.
“Sudah sekian lama kita rajut kisah dan masa-masa terindah kini saatnya kita berpisah, lama kita berjalan diatas kebahagiaan yang penuh kegembiraan dulu kita bangga kini hilang entah kemana, dialah yang maha mengatur maha memberi keputusan dan percayalah ini yang terbaik bagi kita semua untuk menuju kehidupan nan sesungguhnya… Semoga kita sukses bersama sahabat-sahabat tercinta.”
Itulah ucapan sepatah kata yang mewakili anak dari kelas XII (Farwida Nazar: XII/IPA2).
Kegiatan ini dipadukan dengan Musik Gambus yang berasal dari Kabupaten tetangga yakni Nagan Raya yang membuat para tamu undangan semakin menikmati acara demi acara, diakhir acara ditutup dengan doa yang langsung dipandu oleh Al Jawahir siswa MAN kelas XI IPA2.
Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan nama-nama siswa kelas XII yang berprestasi Akademik maupun Non Akademik yang dipandu langsung oleh Pembina Osim ibu Agusmarita SAg yang juga sebagai ketua panitia kegiatan: Haziul Kifliadi siswa XII IPA3 prestasi akademik I anak dari Zulkifli yang berprofesi sebagi tukang kayu prestasi II oleh Nurhayati siswi XII IPA2 anak dari Ali Hanafiah prestasi III Riski Z siswa XII IPA1 anak dari Zaini profesi Tani.
Selanjutnya Non Akademik adalah Yasrul Fajiri yang sudah membawa nama baik daerah baik tingkat Kabupatan maupun Provinsi bahkan tingkat Nasional yakni sebagai salah seorang Duta Forum Anak Daerah Tingkat Provinsi Mewakili Aceh Pada Tahun 2014.
Sedangkan Bustami merupakan salah seorang siswa mewakili Kab. Aceh Barat Daya untuk seleksi Bea Siswa untuk masuk keperguruan tinggi ternama di Indonesia yaitu ITB.
Selamat Jalan dan Sukses kepada kakak-kakak kelas XII doa kami menyertaimu dalam menggapai cita-cita keberhasilan menantimu. demikian kata-kata yang terdapat dipapan bunga persembahan dari adik kelas X dan XI… []
[yakub, staf inmas kanwil, memonev usbn pai ke smp 1 blangpidie dan smp 3 susoh, juga silaturrahmi hari pertama un ke man blangpidie, senin (13/4), setelah singgah dan dijamu pak geuchik di kua susoh]











