Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh Suwarno SAg MPd mengajak umat Buddha agar senantiasa bijaksana dan adaptatif di tengah perubahan geopolitik dunia.
Harapan ini disampaikan Suwarno dalam satu sesi acara di Kota Sabang, serta memberikan pencerahan dalam Memahami Hakikat Perubahan (Anicca) kepada Sahabat Dhamma.
Dalam acara Selasa, 14 April 2026, Pembimas Buddha mengajak generasi muda dan umatnya di Vihara Sabang untuk terus melakukan kebaikan. Sebab hidup terus berkembang dan regenerasi.
"Generasi muda Buddhis berperan penting dalam menarus ajaran, keutuhan, dan perkembangan ajaran Buddha, terutama menuju Indonesia Emas 2045," imbuhnya.
Ajaknya, upaya pelestarian melibatkan. kaum muda dalam kegiatan vihara, pendidikan, dan penggunaan teknologi.
Fokus utamanya ialah memperkuat idemtitas, dan pengembangan pendidikan.
Perubahan geopolitik dunia, misal berupa konflik, pergeseran kekuatan, dan krisis global, kutip Pembimas di depan umatnya, ialah bagian dari hukum alam.
Suwarno mengutip, sebagaimana sabda Buddha, bahwa segala sesuatu yang berkondisi adalah tidak kekal.
Katanya, negara bisa berubah, kekuatan ekonomi naik turun, dan stabilitas dunia tidak tetap. Maka dengan memahami anicca, kita tidak mudah panik, tapi selalu siap dan bijaksana menghadapi perubahan.
"Tidak terjebak dalam ketakutan dan kebencian," ingatnya.
Dalam situasi global sering muncul ketakutan, prasangka, bahkan kebencian antar kelompok. Namun, kutipnya, Sang Buddha mengingtkan, "Kebencian tidak akan pernah berakhir dengan kebencian; kebencian akan berakhir dengan tanpa kebencian, dan inilah hukum yang abadi."
"Maka sikap kita, tidak ikut menyulut konflik, tidak benci berdasarkan identitas, melatih metta dan karunia," pungkasnya.[]












