Namanya David Pardede, ia adalah seorang Penyuluh Agama Kristen Protestan Kanwil Kemenag Aceh yang ditempatkan di Kota Sabang. David lahir dan besar di Kota Sabang, ia mengenyam pendidikan di SD Pertiwi Sabang, lalu ke SMP 2 Sabang, kemudian menamatkan pendidikan menengah atas di SMAN 1 Sabang dan menyelesaikan pendidikan S-1 di Universitas Serambi Mekkah Banda Aceh.
Di Gerakan Bersih-bersih (Geber) Masjid yang diselenggarakan Kankemenag Kota Sabang di Masjid Babut Taqwa Ie Meulee, David turut ambil bagian, tidak ada sekat yang membedakan dirinya dengan peserta lainnya. Ia bekerja sebagaimana peserta Geber lainnya, bahu-membahu membersihkan masjid.
Baginya, Sabang bukan sekadar tempat bertugas. Sabang adalah rumah. Karena itu, ketika Kantor Kementerian Agama Kota Sabang menggelar Gerakan Bersih-Bersih (Geber) Masjid/Meunasah, David tanpa ragu ikut mengambil bagian. Ia bersama ASN Kemenag lainnya membersihkan Masjid Babut Taqwa Ie Meulee yang menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Geber.
"Menurut saya, kegiatan seperti ini sangat positif. Ini bukan hanya tentang membersihkan lingkungan masjid, tetapi juga tentang bagaimana kita membangun kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan tempat kita tinggal dan bekerja," ujar David.
Menurutnya, membersihkan masjid bukanlah persoalan siapa yang memiliki rumah ibadah tersebut, melainkan tentang bagaimana setiap orang dapat mengambil bagian dalam menjaga kebersihan lingkungan dan membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
Apalagi, ia tumbuh dan besar di Sabang yang dikenal sebagai kota dengan masyarakat yang hidup berdampingan dalam keberagaman.
"Di Sabang kita hidup bersama dalam keberagaman. Kita saling menghormati dan saling membantu. Menurut saya, kegiatan seperti Geber ini menjadi salah satu bentuk nyata dari kerukunan itu," pungkas David.[]











