Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) di Kota Langsa menjadi ajang pencarian bibit unggul dari berbagai satuan pendidikan, sekaligus mendorong peserta didik untuk meraih prestasi hingga tingkat nasional. Sebanyak 276 peserta mengikuti kompetisi yang berlangsung selama tiga hari, Senin hingga Rabu, 7–9 September 2026.
Peserta berasal dari Sekolah Dasar, Madrasah Ibtidaiyah, Sekolah Menengah Pertama, Madrasah Tsanawiyah, Sekolah Menengah Atas, dan Madrasah Aliyah. Kompetisi tidak hanya diikuti peserta dari madrasah, tetapi juga sekolah umum, dengan melibatkan guru pembina, kepala madrasah, dan kepala sekolah.
Pelaksanaan kompetisi dilakukan berdasarkan jenjang pendidikan. Hari pertama, Senin, 7 September 2026, diikuti peserta tingkat Sekolah Menengah Atas dan Madrasah Aliyah. Selanjutnya, tingkat Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah pada Selasa, 8 September 2026, kemudian tingkat Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah pada Rabu, 9 September 2026.
Untuk tingkat Sekolah Menengah Atas dan Madrasah Aliyah, bidang yang diperlombakan meliputi Matematika, Ekonomi, Geografi, Kimia, Fisika, dan Biologi. Sementara itu, tingkat Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah mencakup Ilmu Pengetahuan Alam, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Sosial Terintegrasi.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Langsa, H Fadhli SAg, mengatakan OMI menjadi wadah untuk menemukan peserta didik berpotensi dari berbagai satuan pendidikan di Kota Langsa.
“Ini untuk mencari bibit-bibit unggul yang ada di Kota Langsa, baik di sekolah umum maupun di madrasah-madrasah, dalam rangka peningkatan mutu pendidikan,” ujarnya.
Menurutnya, pencarian bibit unggul penting di tengah persaingan pendidikan yang semakin berkembang, termasuk melalui dunia digital. Peserta didik di Kota Langsa didorong untuk terus meningkatkan kemampuan agar mampu bersaing dan tidak tertinggal.
Sebelum pelaksanaan, panitia telah menyelesaikan tahapan pembinaan sebagai bagian dari persiapan peserta mengikuti kompetisi sesuai bidang dan jenjang masing-masing.
Melalui kompetisi tersebut, Kota Langsa menargetkan lahirnya peserta yang mampu melanjutkan prestasi ke tingkat provinsi hingga nasional. Target tersebut sejalan dengan semboyan Kota Langsa, “Langsa Juara”.
“Harapan kami dari sejak acara pembukaan tadi bahwa kita dari Kota Langsa harus ada yang jadi juara, baik di tingkat kabupaten/kota, kemudian tingkat provinsi, maupun nanti di tingkat nasional,” ujarnya.
Ia berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti kompetisi dengan serius dan teliti. Keikutsertaan dalam OMI, menurutnya, bukan sekadar memenuhi kuota, tetapi menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan meraih prestasi.[]












