Berawal dari infak rutin yang dikumpulkan oleh guru dan siswa setiap Jumat, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Sabang berhasil mewujudkan praktik penyembelihan hewan sebagai media pembelajaran Fikih sekaligus bagian dari rangkaian kegiatan Masa Taaruf Murid Madrasah (Matamuda) tahun ajaran 2026/2027. Rabu, 15 Juli 2026.
Kepala MTsN Sabang Muhammad Nasir SPd mengatakan kegiatan ini merupakan implementasi dari pembelajaran mata pelajaran Fikih, khususnya materi penyelenggaraan kurban dan tata cara penyembelihan hewan sesuai syariat. Menurutnya, momentum Matamuda dipilih sebagai waktu pelaksanaan agar siswa baru sejak awal masuk madrasah sudah diperkenalkan pada suasana pembelajaran yang aplikatif, tidak hanya berbasis teori di kelas.
"Kegiatan ini kami rangkaikan dengan Matamuda agar siswa baru, sejak hari-hari pertama mereka di madrasah, sudah merasakan nuansa pembelajaran Fikih yang hidup. Kami ingin menanamkan nilai-nilai religius seperti keikhlasan, kerja sama, tanggung jawab, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama, sekaligus mempererat kebersamaan antara siswa baru, siswa lama, guru, dan seluruh keluarga besar madrasah," ujar Muhammad Nasir.
Dalam kegiatan tersebut, siswa—termasuk peserta didik baru yang tengah mengikuti Matamuda—terlibat sejak awal hingga akhir proses penyembelihan, mulai dari penyembelihan sesuai syariat, pencincangan daging, hingga pengolahan makanan.
Ia menjelaskan bahwa hewan yang disembelih merupakan hasil dari infak guru dan siswa yang dikumpulkan secara sukarela setiap hari Jumat. Setiap siswa menyumbang sekitar Rp1.000 hingga Rp2.000, sementara para guru turut memberikan donasi sesuai kemampuan. Berkat komitmen dan semangat berbagi yang terus dipupuk selama tiga tahun, dana yang terkumpul akhirnya mampu mewujudkan kegiatan praktik penyembelihan perdana yang bertepatan dengan pelaksanaan Matamuda tahun ini.
"Kegiatan ini kami laksanakan sebagai sarana pembelajaran praktik Fikih di luar momentum Idul Adha, sehingga hasil pengolahan dagingnya dinikmati bersama oleh keluarga besar MTsN Sabang, termasuk siswa baru yang baru bergabung, agar mereka dapat mempelajari seluruh prosesnya secara utuh sekaligus merasakan kehangatan kebersamaan sejak awal masuk madrasah," jelasnya.
Ia mengharapkan, dari praktik ini, siswa dapat meneladani kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS tentang keikhlasan, ketaatan, serta pengorbanan yang luar biasa kepada Allah SWT. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal awal bagi siswa baru dalam mengarungi kehidupan bermadrasah, tidak hanya dipahami sebagai materi pembelajaran, tetapi juga menjadi bagian dari karakter dan perilaku sehari-hari.[]













