Menteri Agama (Menag) Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA, kembali menyerahkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Guru Besar Rumpun Agama, bagi 119 akademisi dari Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK), dalam rangkaian acara di Hotel Grand Mercure Harmoni, Jakarta Pusat, Senin, 13 Juli 2026.
Dari 119 Guru Besar yang menerima KMA, sebanyak 113 orang berasal dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), sedangkan 6 Guru Besar lainnya berasal dari Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu dan Kristen.
Menag antara lain berharap para akademisi kian membawa dampak. positif bagi umat.
"Guru besar harus menghadirkan dampak. Jangan berhenti pada gelar, tetapi terus menghasilkan karya, penelitian, buku, serta menjadi teladan di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat," harap Menag, di hadapan Guru Besar, yang sebelumnya juga telah serahkan KMA serupa, juga bagi para akademisi dari Aceh.
Di antara 119 Guru Besar yang menerima KMA Guru Besar Periode III ini, enam akademisi (dekan atau dosen) Universitas Islam Negeri (UIN ) Ar-Raniry Banda Aceh. Di antara pengajar dari kampus Aceh ini, yang tercatat sebagai alumni madrasah.
Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh Drs H Azhari MSi sampaikan apresiasi atas capaian tertinggi dunia akademik, bagi putra dan putri, juga bagi alumni madrasah di Aceh ini.
Adapun keenam Guru Besar dari UIN Ar-Araniry yang menerima KMA dari Menag pada 28 Muharram 1448 H, yakni:
1. Prof Dr Azhar MPd (Bidang Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam), akademisi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK). Pria asal Gampong Meuko Meugit Kec Jangka Buya Pidie Jaya (Pijay) ini, alumnus MAN Samalanga Aceh Utara (kini MAN 1 Bireuen, Keude Aceh Kec Samalanga).
2. Prof Dr Marzuki SPdI MSi (Bidang Antropologi Pendidikan Islam), akademisi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK). Dosen PAI ini alumnus MAN Beureunuen (kini menjadi MAN 1 Pidie, Kec Mutiara Timur).
3. Prof Dr Ernita Dewi SAg MHum (Bidang Filsafat Islam Kontemporer), akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan (FISIP) ini berasal dari Tanjong Usi, Kec Mutiara Timur Pidie, serta mengawali pendidikannya di sini.
4. Prof Dr Husna Amin MHum (Bidang Filsafat Agama), akademisi Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF). Alumnus MAN Model Gampong Kramat Banda Aceh ini, sempat juga disebut riwayat pendidikan aliyahnya dengan nama lama: Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK) Jambo Tape.
5. Prof Dr Jasafat MA (Bidang Ilmu Dakwah), akademisi Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK). Alumnus Pendidikan Guru Agama (PGA) Negeri Banda Aceh ini, era daerah Aceh dilanda konflik sambil kuliah di Malaysia, pernah bekerja di Unit Sosial Budaya dan Penerangan (Sosbubpen) Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Pulau Pinang. saat konflik. Dosen asal Aceh Besar ini juga pernah menjadi Ketua Baitul Mal Aceh Besar.
6. Prof Dr Firdaus SAg MHum (Bidang Sosiologi Agama), akademisi Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF). Dosen kelahiran Gampong Meucat Pangwa Kec Tringgadeng Pidie Jaya (Pijay) ini, almnus MAN 2 Pidie, tahun 1995 (kini bernama MAN 1 Pidie Jaya).[]













