Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat mengapresiasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh di MTsN 3 Aceh Barat, Senin, 21 September 2026.
Mengangkat tema “Cerdas Finansial Sejak Dini: Bijak Mengelola Uang dalam Perspektif Ekonomi Islam”, kegiatan tersebut diikuti 40 siswa Kelas IX-A, siswa unggulan dari delapan kelas IX. Para siswa mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan uang, perencanaan keuangan, transaksi digital, gaya hidup, serta risiko pinjaman online dan judi online.
Lima dosen Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh hadir sebagai pemateri, yaitu Yoni Hendrawan ME, Muflihatul Fauza ME, Cut Nova Rianda MA, Darlin Rizki MA, dan Ida Rahma MH. Kegiatan turut didampingi Waka Kesiswaan MTsN 3 Aceh Barat, Suji Hardianto SPd.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat, H Khairul Azhar SAg MA, menyampaikan dukungan terhadap kegiatan yang menghubungkan pengetahuan ekonomi Islam dengan kehidupan sehari-hari peserta didik.
“Pendidikan madrasah tidak hanya berorientasi pada penguatan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter, tanggung jawab, dan kemampuan peserta didik dalam mengambil keputusan secara bijak. Edukasi literasi finansial seperti ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi yang memahami nilai-nilai Islam dalam kehidupan,” ujarnya.
Materi yang diberikan mencakup pengenalan ekonomi Islam dalam kehidupan sehari-hari, perencanaan keuangan bagi pelajar, transaksi digital, pengaruh FOMO dan flexing terhadap gaya hidup, serta risiko pinjaman online dan judi online.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan mengaitkan materi pada pengalaman siswa, seperti penggunaan uang jajan dan aktivitas transaksi digital. Melalui kegiatan tersebut, siswa didorong untuk memahami pentingnya mengatur pengeluaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta bertanggung jawab dalam mengambil keputusan keuangan.
Kemenag Aceh Barat berharap kolaborasi antara madrasah dan perguruan tinggi terus dikembangkan sebagai bagian dari penguatan literasi, pendidikan karakter, dan pemahaman nilai-nilai Islam di kalangan peserta didik.












