Prestasi membanggakan kembali diraih guru madrasah di Kabupaten Aceh Jaya. Nurzaitun, guru Fikih MIN 5 Aceh Jaya, berhasil meraih Juara 3 Castralokananta Satya Karya Edisi Khusus Cerpen Bahasa Daerah Tingkat Nasional, Selasa, 11 Agustus 2026.
Nurzaitun meraih juara melalui cerpen berjudul “Judoe Han Meutuka” dalam lomba yang mengangkat tema Cerpen Romansa. Karya tersebut menjadi salah satu cerpen yang berhasil mendapat apresiasi dalam ajang penulisan cerpen bahasa daerah tingkat nasional.
Dalam kompetisi tersebut, Juara 1 diraih oleh Fatatik Maulidiyah dari MAN 2 Mojokerto melalui karya “Nalika Pananten Dawa Kang Ora Wruh Mangsane”. Juara 2 diraih oleh Donni Saputra dari SDN 12 Api Api, Kabupaten Pesisir Selatan, dengan karya “Tanjakan Rindu di Puncak Mandeh”. Sementara itu, Nurzaitun dari MIN 5 Aceh Jaya menempati posisi Juara 3 melalui karya “Judoe Han Meutuka”.
Ajang tersebut merupakan Lomba Cerpen Bahasa Daerah Tingkat Nasional yang digelar dalam Castralokananta Satya Karya Edisi Khusus Cerpen Bahasa Daerah Agustus 2026. Kegiatan ini juga dikenal dengan program “Noelis Bareng Pemred” (Nobaper) bersama Eko Prasetyo, Pemimpin Redaksi MediaGuru.
Bagi Nurzaitun, pencapaian ini menjadi salah satu pengalaman berharga dalam mengembangkan minat dan kemampuannya di bidang kepenulisan. Di tengah kesibukannya sebagai guru Fikih di MIN 5 Aceh Jaya, ia tetap menyempatkan diri menuangkan gagasan dalam bentuk karya sastra.
Prestasi tersebut turut menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Kemenag Aceh Jaya. Melalui karya “Judoe Han Meutuka”, Nurzaitun tidak hanya meraih penghargaan di tingkat nasional, tetapi juga ikut membawa nama madrasah dan Aceh Jaya dalam ajang literasi yang mengangkat bahasa daerah.
Capaian Nurzaitun menjadi tambahan prestasi bagi madrasah di Kabupaten Aceh Jaya. Keberhasilan meraih Juara 3 tingkat nasional tersebut sekaligus menunjukkan bahwa guru madrasah di Aceh Jaya mampu berkarya dan berprestasi di bidang literasi, serta membawa nama madrasah dalam ajang penulisan di tingkat nasional.











